Standard Post

UU Pesantren Membawa Kebaikan Bagi Santri Pesantren


PKBNews - UNDANG-Undang (UU) Pesantren membawa kebaikan bagi santri dan pesantren. Demikian ditegaskan Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah (Jateng) KH Yusuf Chodlori dalam acara Diskusi Publik "Bedah Undang-Undang Pesantren" yang digelar PWNU Jateng dan DPW PKB Jateng, kemarin.

Menurut Gus Yusuf sapaan akrab KH Yusuf Chodlori, UU Pesantren membawa angin segar bagi dunia pesantren di Indonesia. UU tersebut diharapkan mampu menyejahterakan pesantren dan guru ngaji.

"Yang lebih penting kesejahteraan bagi guru ngaji," katanya.

Namun, ia berharap UU Pesantren tidak seperti dana desa. Setelah nomenklaturnya muncul di kementerian, kemudian ada dana desa.

"Namun ada banyak kades-kades yang masuk penjara," tuturnya.

Gus Yusuf juga berharap dengan adanya undang-undang ini, keberadaan pesantren tidak menjadi lembaga pendidikan yang dianaktirikan.

"UU ini dari kita, oleh kita, tapi jangan sampai menjerat kita," ucapnya.

Menurut Gus Yusuf, dunia pesantren juga harus bisa mengakses semua fasilitas negara yang ada. Sebab di pesantren, tak hanya melulu soal pendidikan, namun ada beragam aspek di dalamnya.

"Ada aspek budaya hingga ekonomi. Dengan UU ini agar semua pesantren bisa akomodir dan akses fasilitas negara," katanya.

Pria yang juga menjabat Ketua DPP PKB Bidang Pendidikan dan Pesantren itu menambahkan, dalam UU ini ada definisi pesantren. Mulai dari adanya kiai, masjid, madrasah, hingga adanya pendidikan khas, seperti kajian kitab kuning.

"Ada rambu-rambu. Jadi bukan hanya ada papan saja, kemudian juga bisa disebut pesantren. Atau kemudian muncul pesantren-pesantren dadakan," ujarnya.

Sementara itu, Ketua PWNU Jateng KH Muhammad Muzammil mengatakan, keberadaan pesantren harus terus berkibar untuk membangun karakter bangsa.

"Pesantren harus membawa kemaslahatan ummat. Kita juga memberikan apresiasi kepada PKB yang konsen dengan masalah pesantren ini," katanya.