Standard Post

DPC PKB Surabaya Pastikan Sejumlah Nama Telah Melakukan Pendekatan


PKBNews - DEWAN Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Surabaya memastikan ada sejumlah nama yang melakukan penjejakan jelang Pemilihan Walikota (Pilwakot) Surabaya 2020. Diantaranya berasal dari partai besar yang juga dekat dengan tokoh di Jatim.

"Masih komunikasi informal. Sebatas tanya-tanya," ujar Ketua DPC PKB Surabaya, Musyafak Rouf, kemarin.

Sedikitnya, kata Musyafak, terdapat tiga nama, diantaranya adalah Firman Syah Ali, keponakan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD.

Firman belakangan disebut serius akan maju sebagai calon Walikota Surabaya. Bahkan, pada akhir Juli lalu, pihaknya telah bertemu dengan sejumlah tokoh Surabaya.

Selain Firman, ada nama Dwi Astutik, Wakil Sekretaris Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) juga disebut membangun komunikasi dengan PKB Surabaya. Dwi juga dikenal dekat dengan Gubernur Jatim sekaligus Ketua PP Muslimat Nahdlatul Ulama, Khofifah Indar Parawansa.

Dwi bahkan pernah mencalonkan diri sebagai calon legislatif DPRD Jatim dari dapil Surabaya meskipun dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Sedangkan figur terakhir adalah Wisnu Sakti Buana, Wakil Walikota Surabaya saat ini. Sama seperti Dwi, Wisnu juga kader partai lain.

Sebelumnya, Wisnu bahkan pernah menjadi Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya sebelum akhirnya menjadi Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim untuk saat ini.

"Mas Firman, Mbak Dwi, dan Mas Wisnu baru sebatas tanya-tanya," tuturnya.

Musyafak menuturkan, PKB belum akan membuka pendaftaran secara resmi. Berbeda halnya dengan PDI Perjuangan yang kini telah membuka pendaftaran bakal calon kepala daerah yang akan diusung.

Sebab, PKB di Surabaya bersikap rasional dengan mempertimbangkan jumlah kursi.

Saat ini, PKB baru memiliki lima kursi. Sementara untuk bisa mencalonkan syarat minimal partai harus memiliki 10 kursi atau 20 persen dari jumlah kursi DPRD Surabaya.