Standard Post

PKB Kirim Kader Perempuan Terbanyak di DPRD Jatim


PKBNews - PARTAI Kebangkitan Bangsa (PKB) berhasil mengirim 11 kader perempuan duduk di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur (Jatim). PKB menjadi partai yang paling banyak menempatkan kader perempuan di DPRD Jatim. Total Anggota DPRD Jatim priode 2019-2024 adalah 25 orang.

Langkah PKB dibuntuti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) memiliki 8 Anggota DPRD perempuan, disusul Partai Demokrat (PD), Partai Nasdem dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) masing-masing satu orang.

Sedangkan Partai Gerindra, Golkar, PAN, PKS, Hanura dan PBB tak berhasil meloloskan kader perempuannya ke DPRD Jatim.

Anggota Fraksi PKB periode 2019-2024, Hikmah Bafaqih memastikan bahwa partainya memberikan peluang sebesar-besarnya kepada kader perempuan untuk berkarya di berbagai bidang.

"PKB dari awal pendiriannya memiliki semangat memperhatikan kelompok marjinal sangat kuat," tuturnya.

Pada saat Pencalegan di pemilu 2019, PKB di Jatim bahkan menempatkan beberapa kader perempuan berada di nomor urut 1. Hal ini menjadi bukti bahwa partai tersebut memberikan peluang sebesar-besarnya agar perempuan dapat berkiprah di legislatif.

"PKB memang sangat percaya kepada kader perempuannya," katanya.

Hikmah menuturkan, "Tidak hanya di kedewanan, namun di struktur partai pun kami yang berada di partai mendapat posisi bagus sesuai dengan kapasitas yang dimiliki," kata Wakil Ketua DPW PKB Jatim ini.

Ia menambahkan, isi UU perlindungan perempuan PKB juga konsisten dalam menjaga hak-hak perempuan. Di antaranya melalui Rancangan Undang-undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) yang sedang digodok DPR RI.

Belakangan ragam penolakan RUU PKS santer mengemuka lantaran dinilai tak sesuai dengan Pancasila, nilai-nilai agama dan adat ketimuran.

"Di sisi isu, garapan PKB akan dikerjakan itu jelas. Misalnya, Gus Imin (Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PKB) menjelaskan bahwa undang-undang penghapusan kekerasan seksual itu sama sekali enggak liberal. Masa membela perempuan dikatakan liberal? di mana libelarnya?," tandasnya.