Kritik Aktivis Bulukumba Soal Kegiatan Orientasi DPRD Tidak Tepat
PKBNews - KETUA Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bulukumba, Fahidin HDK merespons kritikan Direktur Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Bulukumba, Muhammad Jafar, terkait kegiatan orientasi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
"Harusnya Kopel selektif dalam mengambil peran keritisnya terhadap kegiatan DPRD, jangan tendensius. Sebab di PP 12 pasal 48, kegiatan orientasi menjadi wajib bagi seluruh anggota DPRD di Indonesia," ujar Fahidin, kemarin.
Pria yang telah empat priode duduk di DPRD Bulukumba itu meminta Kopel untuk mengedukasi masyarakat terhadap upaya pemerintah meningkatlan SDM legislator di awal masa kerjanya.
"Kalau Kopel berpendapat lain. Silakan kritik PP-nya. Contoh, untuk DPR RI sebelum di lantik mereka wajib masuk pendidikan Lemhanas. belum dilantik lagi. Jadi, jangan suka membuli DPRD-lah," ucap Fahidin.
Legislator yang kerap disapa Cak Idin mengaku senang dengan kritik yang diluncurkan Kopel. Tapi disisi lain ia menyarankan, agar lebih selektif lagi dan tidak membabi buta.
"Kegiatan orientasi ini berlaku secara nasional. Cobalah Kopel lebih bijaksana soal ini. Yang saya tunggu kritik dari Kopel adalah kinerja anggota DPRD setelah mengikuti orientasi," kata Cak Idin.
40 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba saat dilantik di ruang Rapat Paripurna DPRD Bulukumba, Senin (19/8/2019).







TERKAIT
-