Standard Post

Presiden Jokowi Resmi Membuka Muktamar VI PKB di Bali


PKBNews - Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo secara resmi membuka Muktamar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Bali International Convention Centre, Nusa Dua, Bali, Selasa (20/8/2019).

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi mengenakan pakaian adat khas Bali dan secara resmi membuka acara Muktamar VI PKB. "Dengan mengucap bismillahirahmannirahim, secara resmi saya membuka Muktamar ke VI PKB," Ucap Presiden Jokowi diakhir sambutannya, Selasa 20 Agustus 2019.

Didampingi Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar, Presiden Jokowi menarik ketapel yang diarahkan ke layar yang ada "sarang lebah".

Seluruh peserta Muktamar yang terdiri dari pengurus DPP, DPW dan DPC seluruh Indonesia serta seluruh undangan bertepuk tangan.

Dalam pidatonya, Presiden Jokowi menceritakan saat dirinya menumpang mobil Putra Mahkota Uni Emirat Arab (UAE) Syekh Mohammed bin Zayed Al Nahyan saat kunjungan ke Abu Dhabi.

"Saya ingin bercerita sedikit mengenai pertemuan saya dengan Syekh Mohammed dari UEA. Beliau ke sini, tapi sebelumnya 4 tahun yang lalu saya ke Abu Dhabi. Apa yg ingin saya sampaikan? Kita hanya ingin membandingkan perjalanan negara mereka dengan kita," kata Jokowi.

Jokowi mengungkapkan, saat dirinya melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Abu Dhabi 4 tahun lalu dia disambut langsung oleb Syekh Mohammed saat turun dari pesawat. Jokowi pun langsung diajak naik ke mobil milik Syekh Mohammed.

"Saya tidak ikut mobil yang sudah disiapkan. Naik mobil beliau (Syekh Mohammed) langsung. Yang nyetir beliau sendiri," ujar Jokowi.

Syekh Mohammed sempat meminta Jokowi untuk izin ke protokol. Namun hal tersebut diurungkan olehnya.

"Saya nggak usah izin langsung naik begitu saja. Kalau saya ngmong pasti nggak boleh, `pak keamanan pak, demi keamanan pak`. nggak boleh," katanya.

Jokowi lalu masuk ke mobil dan mengunci pintu mobil tanpa memberitahu protokoler. Jokowi mengungkapkan mobil yang dikendarai Syekh Mohammed dirasakannya berjalan cukup pelan.

"Saya merasakan mobil biasa saja, pelan. Begitu tengok speedometer 190-200 km per jam. Karena mobil itu sangat bagusnya. Kita naikin enggak kerasa kencang sekali mobil beliau ini," ucapnya.

Jokowi mengatakan Syekh Mohammed dapat dengan mudah membawa mobil sendiri dan mengantarnya karena di negara tersebut sudah tidak ada lagi sistem protokoler seperti di Indonesia.

"Keprotokolan itu sudah tidak ada. Hampir tidak ada di sana. Begitu cepat, simple dan sederhana. (Di Indonesia) sdah diatur-atur, ribet, ruwet. Ini di kita," kata Jokowi.

Menurut Jokowi di Indonesia terlalu banyak aturan mulai dari undang-undang, Perpres, peraturan pemerintah (permen) Pergub, Perda, Perwali, hingga Perbupati.

Menurut Jokowi banyaknya aturan tersebut membuat masyarakat dijerat oleh aturannya sendiri.

"Yang bingung kita sendiri. Yang nggak bisa cepat juga kita sendiri. Mau memutuskan, `pak` diingatkan, mau memutuskan cepat diingatkan. `Pak hati2 undang-undang nggak boleh. Mau memutuskan cepat, `pak hati-hati perpes juga tidak memperbolehkan`," ucap Jokowi.

"Lho ini yang buat kita sendiri, kok kita yang nggak cepat gara-gara yang kita buat ini. Ini gimana ini," tandas mantan Gubernur DKI Jakarta ini.