Standard Post

SBMPTN Mendorong Peserta Mengukur Kemampuan Diri


PKBNews - SELEKSI Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2019 berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Karena pada tahun 2019, peserta harus melalui tahap tes dahulu, yakni Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), kemudian hasil nilai digunakan untuk mendaftar ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang dituju.

Demikian dikatakan Menteri Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) Profesor Mohamad Nasir di Jakarta, belum lama ini.

Menurut Menteri Nasir, hal itu membuat peserta dapat mempertimbangkan hasil nilai yang didapat, untuk mendaftar di PTN yang dirasa memiliki peluang tertinggi untuk diterima.

"Maka orang akan jadi rasional, misalnya kalau nilainya sebesar ini maka enggak bisa masuk PTN A, sehingga tidak mendaftar ke sana, kemudian berpikir untuk mendaftar di PTN yang mana paling tepat," ujarnya.

Menteri Nasir mengatakan bahwa kondisi ini yang membuat peserta SBMPTN pada tahun ini memilih untuk mendaftar di PTN yang semakin beragam dan terdapat perbedaan dari tahun sebelumnya.

"Jumlah pendaftarnya turun di PTN favorit, ini karena orang mulai berpikir rasional. Di sisi lain, tetap PTN favorit itu masuk dalam daftar PTN dengan nilai tertinggi sehingga pendaftar dengan nilai tinggi itu ada di UI, UGM, ITB dan sebagainya," katanya.

Menteri Nasir mengatakan bahwa dengan sistem SBMPTN ini akan mendorong calon mahasiswa untuk mencari program studi dan universitas yang sesuai dengan kapasitas kemampuan diri.

"Indonesia ini masih jauh di bidang akademik, dengan ini kami bisa mendorong agar yang tak diterima di perguruan tinggi juga bisa di sekolah vokasi," tukasnya.

Dari proses seperti itu, kata Menteri Nasir, seleksi penerimaan mahasiswa baru lebih sulit dicurangi dan terbuka.

"Kalau tahun kemarin, tes itu semua lingkungan PTN macetnya luar biasa. Karena ada penumpukkan massa. Saat ini kan enggak karena berbasis komputer dan enggak serempak. Setelah dapat nilai di UTBK, baru bisa daftar ke PTN yang diinginkan. Enggak perlu ke kampus lagi," terangnya.

Jumlah peserta yang lulus seleksi pada 85 PTN se-Indonesia sebanyak 168.742 peserta dari total pendaftar SBMPTN sebanyak 714.652 peserta. Adapun daya tampung PTN itu dari jalur SBMPTN mencapai 181.645 peserta.

Dari peserta yang dinyatakan lulus itu terdiri dari peserta non Bidikmisi sebanyak 119.777 orang dan peserta pemohon Bidikmisi sebanyak 48.965 orang.

"Jadi yang daftar UBTK ada sebanyak 877.853 peserta, lalu yang hadir tes UBTK 781.088 peserta, lalu yang yang daftar SBMPTN 714.652 orang," tandas Menteri Nasir.