Cak Imin Beri Penghargaan Kepada Pejuang Kemanusiaan
PKBNews - SEDIKITNYA 15 pejuang kemanusiaan memperoleh penghargaan dari Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Ke-15 pejuang kemanusiaan tersebut telah mendidikasikan seluruh hidupnya untuk kemajuan Indonesia.
Diantaranya Marsinah (aktivis buruh), Wiji Thukul (sastrawan dan aktivis HAM), WS Rendra (sastrawan dan aktivis), Theys Eluay (tokoh politik), Adnan Buyung Nasution (pengacara), Baharuddin Lopa (mantan jaksa agung), dan Ahmad Taufik (wartawan).
"Pemberian penghargaan ini merupakan keinginannya dan keinginan Gus Dur yang belum kesampaian sewaktu menjadi presiden," katanya di Gedung Joang 45, Jakarta, Rabu (1/8/2018).
Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berkata, Gus Dur dulu tak memiliki cukup waktu untuk menjelaskan kepada para elite di pemerintahannya tentang tuntutan pikiran kritis pada pemerintah, padahal itu sangat penting.
"Ini juga proses dari keinginan panjang, dari kami dan semua aktivis yang tergabung dalam Komite Nasional Penegak Konstitusi (KNPK)," tutur Cak Imin.
Kata Cak Imin, substansi yang ingin ditonjolkan pada pemberian penghargaan ini salah satunya memberi dukungan dan pengakuan sosial secara formal terhadap keteladanan sikap dan kekuatan pemikiran yang memperkuat pelaksanaan atau perwujudan amanat konstitusi.
"Pahlawan atau para pejuang yang miskin mendapatkan pengakuan dari negara, sekaligus mengubah monopoli pemerintah dalam memberikan penilaian terhadap jasa anak bangsa," ucapnya.
Panglima Santri Nusantara mengatakan, anggaran kegiatan pemberian penghargaan ini dikumpulkan dari pihak panitia yang tergabung dalam Komite Nasional Penegak Konstitusi (KNPK).
"Termasuk dari organisasi tani, organisasi masyarakat sipil, dan sumbangan terbesar dari lembaga dewan riyadoh nasional, organisasi keagamaan yang kegiatannya jauh dari hiruk pikuk politik," tandasnya.







TERKAIT