BPJS Ketenagakerjaan Tak Mampu Jelaskan Kemana Larinya Dana Tak Bertuan
PKBNews - BADAN Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan ditenggarai masih menyimpan dana tak bertuan milik peserta BPJS Kesehatan yang tidak mengklaim atau tidak mencairkan dananya.
"Sampai sekarang data berapa jumlahnya dananya belum ketawan. Kita ingin mengetahui dimana diendapkan dana tersebut atau diinvestasikan kemana," ujar Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB), Handayani, Kamis (9/2/2017).
Menurut Handayani, pertanyannya ini sesungguhnya pertanyaan klasik dan telah dilontarkan Anggota DPR RI berulang-ulang kali. Namun, pertanyaan tersebut tak pernah dijawab sejak era direksi.
"Faktanya, banyak peserta BPJS Ketenagakerjaan yang telah berhenti kerja tidak mencairkan dananya. Logikanya, dana tersebut menjadi menumpuk di BPJS Kesehatan, kok tak bisa dijelaskan kemana larinya dana tersebut," kata dia.
Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Jambi itu meminta Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto segera melengkapi data terkait dana tersebut. Ia tidak ingin melihat dana tersebut menguap tanpa diketahui rimbanya.
"Dengan keterbukaan, saya berharap justru dana yang masuk ke BPJS Ketenagakerjaan semakin bertambah, serta lebih banyak perusahaan-perusahaan yang mendaftarkan karyawannya ke lembaga penjamin sosial tersebut," kata Handayani.
Handayani mengingatkan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan bahwa kepesertaan perusahaan masih sangat sedikit. Masih banyak perusahaan di luaran sana yang tidak mendaftarkan tenaga kerjanya ke BPJS Ketenagakerjaan.
Bahkan, menurut dia, masih ada beberapa perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tidak mendaftarkan tenaga kerjanya ke BPJS Ketenagakerjaan.
"Ayo kita cari solusinya bersama agar para pekerja lepas bisa mendapatkan jaminan kesehatan melalui Penerima Bantuan Iuran (PBI) seperti yang sudah ada di BPJS Kesehatan," tandas Ketua Yayasan Haji Soeheyli Qori (STIKES Merangin) itu.







TERKAIT