PKB Kaltim Gaungkan 3 Manifesto saat Muscab Serentak: Kepeloporan, Keteladanan, Kehadiran
PKBNEWS - Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Timur, Syafruddin, mewanti-wanti seluruh kader PKB untuk konsisten menjalankan tiga manifesto utama partai dalam setiap langkah perjuangan politik.
Pesan tersebut disampaikan Syafruddin saat memberikan arahan dalam Musyawarah Cabang (Muscab) PKB kabupaten/kota se-Kalimantan Timur, Jumat (10/4/2026).
Dalam arahannya, Syafruddin menegaskan pentingnya menghadirkan politik kepeloporan. Ia meminta seluruh kader PKB, baik yang berada di eksekutif maupun legislatif, benar-benar menunjukkan keberpihakan kepada rakyat.
“Eksekutif dan legislatif itu ibarat rumah tangga. Memang berbeda ruangan, tapi hakikatnya satu rumah, satu tujuan. Tidak boleh saling gagah-gagahan,” tegasnya.
Manifesto kedua adalah politik keteladanan. Syafruddin menekankan bahwa kader PKB harus menjadi contoh di tengah masyarakat, di mana pun berada.
“Kader PKB harus tampil elegan, rendah hati, tapi tidak rendah diri. Dan jangan lupa, selalu tersenyum,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar kader yang telah menjadi pejabat tidak melupakan rakyat.“Jangan sampai ketika jadi pejabat, kaca mobil langsung tertutup, lupa dengan konstituen. Itu tidak boleh terjadi,” tambahnya.
Manifesto ketiga adalah politik kehadiran, yakni memastikan kader PKB selalu hadir di tengah persoalan rakyat dan memberikan solusi nyata.
Menurut Syafruddin, kader harus aktif membantu masyarakat, mulai dari memperjuangkan perbaikan rumah warga, akses pengobatan bagi yang sakit, hingga memastikan anak-anak mendapatkan hak pendidikan.
“Kalau ada rakyat yang rumahnya rusak, bantu perjuangkan agar bisa direnovasi. Kalau ada yang sakit dan tidak mampu berobat, bantu agar bisa berobat. Kalau ada yang tidak bisa sekolah, perjuangkan hak pendidikannya,” jelasnya.
Anggota Komisi XII DPR RI itu menegaskan, jika ketiga manifesto tersebut dijalankan secara konsisten, maka akan tumbuh kecintaan masyarakat terhadap PKB.
Syafruddin juga mengingatkan bahwa PKB lahir dari kalangan masyarakat bawah, sehingga kader tidak boleh melupakan jati dirinya.
“Kita ini lahir dari kaum mustad’afin, kaum proletar, bukan dari kelompok korporasi. Kita dari rakyat kecil, baik di kota maupun di desa, tapi tidak pernah berhenti berproses,” tegasnya.
Ia pun menutup arahannya dengan pesan agar seluruh kader PKB tetap menjaga ruh perjuangan dan tidak meninggalkan identitas sebagai partai yang berpihak pada rakyat kecil. “Jangan pernah lupa asal-usul. Kader PKB tidak boleh meninggalkan ruhnya sebagai bagian dari kaum mustad’afin,” pungkasnya.
Agenda Muscab serentak tahun ini dikawal langsung oleh Ketua bidang Komunikasi dan Teknologi Informasi DPP PKB Iman Sukri, serta diikuti oleh seluruh pengurus PKB dari 10 Kabupaten/Kota se Kalimantan Timur. Nampak pula hadir jajaran Dewan Syuro, perwakilan partai lain, sejumlah kepala daerah, serta pejabat KPU dan Bawaslu setempat.







TERKAIT