DPW PKB Kaltim AntarDua Kader Terbaiknya Menangi Pilkada
SAMARINDA, PKBNews - DEWAN Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Timur (Kaltim) berhasil antarkan dua kader terbaiknya menjadi bupati dan wali kota.
"Kita berhasil menang di dua daerah, yakni Kabupaten Paser dan Kota Bontang," kata Sekretaris DPW PKB Kaltim, Selamet Ariwibowo.
Menurut Selamet, PKB sempat mengalami titik nadir. Tapi pada tahun 2014 PKB bangkit. Pada tahun itulah PKB menata kembali partai ini kemudian juga kita melakukan branding, melakukan rekrutmen caleg berkualitas, kemudian semakin solid dengan merangkul kembali pihak-pihak yang dulunya lari dari PKB. Kemudian diajak kembali sehingga pada 2019 bisa mendapatkan hasil yang luar biasa.
"Sementara untuk tahun 2020, PKB membuktikan pula keberhasilan kadernya untuk kursi eksekutif di Kabupaten Paser dan Kota Bontang. Kader-kader PKB telah mempersiapkan diri sebaik-baiknya menghadapi even demokrasi lima tahunan itu," katanya.
Dia menambahkan, "Kalau di Paser itu kan sudah tidak ada petahana, jadi pertarungan terbuka lebar dan kebetulan sekali di Paser, bupati saat ini adalah dewan syuro PKB. Dalam hal ini, saudara Fahmi Fadli yang kita calonkan sejak awal untuk bertarung di Pilkada Paser dan alhamdulillah hari ini kita bisa lihat, kita menang telak di sana," katanya.
Dia menambahkan, kalau di Bontang kebetulan Ketua DPC PKB Bontang adalah Wakil Wali Kota, jadi PKB dihadapkan pada dua pilihan; apakah itu maju lagi dengan petahana atau maju sendiri atau maju menjadi wakil.
"Nah pada waktu itu komunikasi dengan petahana kurang bagus, sehingga Ketua DPC PKB berinisiatif untuk bergandengan dengan Adi Darma yang kemudian meninggal dunia saat proses pendaftaran di KPU sudah berlangsung," ucapnya.
Pada waktu itu Adi Darma meninggal dunia, PKB yang bulat memajukan kadernya sendiri Basri Rase sebagai calon wakil wali kota sempat gammang. Sebab harus ada keputusan cepat mengganti posisi Adi Darma, sehingga akhirnya muncul dua nama pilihan, yakni apakah digantikan anaknya almarhum Adi Darma atau istri beliau.
"Tapi dengan pertimbangan yang matang akhirnya yang menggantikan Adi Darma ialah istri beliau sendiri, dan komposisinya berubah yang awalnya ketua DPC PKB menjadi wakil dan berubah menjadi calon wali kota," ujarnya.
Dia menambahkan, uji kelayakan dan kepatutan merupakan salah satu cara PKB untuk menjaring kader yang berkualitas untuk maju bertarung baik di legislatif maupun eksekutif.
"Untuk Bontang karena kader kita yang maju, maka kita tidak berpikir kader dari partai lain. Kemudian setelah mengusung kader sendiri, PKB melakukan uji kelayakan pada yang mendampingi atau pasanganya, untuk strategi itu sama saja namun untuk penekanan kami berpesan pada figur kita untuk selalu turun langsung ke masyarakat inilah yang menimbulkan simpanti masyarakat,” ungkapnya.
Namun, kata dia, DPW PKB Kaltim selalu mengatakan tidak menutup kemungkinan untuk pemilihan yang akan datang khusus pemilihan Gubernur Kaltim, PKB akan mengusung kader sendiri.
"Kalau kita lihat kader PKB di legislatif sudah banyak tapi kalau untuk eksekutif masih sangat terbatas. Dengan adanya dua kader ini kita harapkan untuk menyiapkan diri untuk pilgub, atau mungkin kita dorong Ketua DPW PKB sendiri untuk maju di kancah pemilihan gubernur, kita tidak tau, yang jelas kita sudah punya ancang-ancang," katanya.
DPW PKB Kaltim berpesan kepada kader PKB yang terpilih menjadi bupati maupun wali kota agar selalu menjaga amanah rakyat.
"Kita harapkan para kader ini mampu mengemban amanah rakyat karena ini amanah rakyat, kita berharap mereka punya kepedulia khusus dipandemi Covid 19 ini, melaksanakan tugas-tugas pembangunan, membantu masyarakat kecil, menaikan pendapatan agar semakin merata, yang paling utama adalah menjaga kerukunan ditengah masyarakat baik antar golongan maupun antar umat beragama," tuturnya.
Terlepas dari prestasi yang cukup gemilang, DPW PKB Kaltim memiliki pekerjaan rumah yang belum rampung yakni penyusunan struktural di tingkat ranting.
"Yang paling berat ini adalah kita menyusun di tingkat ranting yaitu desa jadi kita menyusun ditingkat desa itu harus harus kita buat untuk menjadi mesin politik menuju 2024 yang akan datang, kita tau 2024, kita selain mengincar kursi legislatif di DPR RI dari dapil Kaltim," tandasnya.







TERKAIT
-