Standard Post

Warga NU Diminta Tidak Terprovokasi


PKBNews - WARGA Nahdlatul Ulama (NU) diminta untuk tidak terpengaruh dengan kasus penolakan Kiai Ma`ruf Amin di Pamekasan, Madura, Jawa Timur (Jatim).

"Saya minta warga Nahdlatul Ulama tidak terprovokasi dengan penolakan terhadap Kiai Ma`ruf Amin pada saat ingin melakukan Ziarah ke Makam Kiai Zuhro di Pamekasan, Madura, Jawa Timur," ujar Sekertaris Dewan Syuro DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Syaiful Bahri Anshori, kemarin.

Syaiful mengaku heran dengan adanya penolakan terhadap sekelompok orang terhadap Kiai Maruf Amin.

"Peristiwa tersebut baru pertama kali seorang ulama besar dihadang oleh masyarakat ketika akan ziarah ke seorang ulama di Madura," tuturnya.

Anggota DPR RI Komisi I itu menduga ada pihak yang sengaja memprovokasi masyarakat agar menghadang Kiai Ma`ruf.

"Kita tahu bahwa Madura pada umumnya dan Pamekasan pada khususnya adalah daerah yang sangat relegius yang sangat menghargai dan tawaddu dengan ulama," kata Syaiful.

Dia menambahkan, "Melihat dari cara penolakan mereka pada kehadiran KMA, ada kelompok atau perorangan yang menjadi provokator, agar masyarakat menolak kehadiran KMA di Pamekasan."

Dia meminta kepada Bawaslu untuk menyelidiki dan mengusut tuntas tersebut.

"Bawaslu agar segera mengusut tuntas dugaan pelanggaran tersebut," katanya.

Sebelumnya diberitakan, usai melakukan kampanye terbuka di Sumenep, Madura, calon wakil presiden Ma`ruf Amin hendak menghadiri acara Haul dan berziarah ke makam Kiai Suhro di Pamekasan. Namun, sekitar Pukul 17.35 WIB di desa Jambringin, belasan mobil iringan Ma`ruf mendadak memperlambat laju kendaraan.

Ternyata, ratusan pendukung pasangan calon nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga mengkrumuni. Hal ini terlihat dari teriakan massa, dan beberapa atribut yang dibawanya.

Ada massa yang di pinggir jalan sembari mengacungkan jempol dan telunjuk simbol nomor paslon tersebut. Ada pula yang berada di atas motor, sembari sesekali teriak dan menggeber gas kendaraannya.

"Prabowo, Prabowo, Prabowo," pekik massa, Senin (1/4).

TERKAIT

    -