Standard Post

BLK Diminta Lebih Inovatif dan Kreatif


PKBNews - MENTERI Ketenagakerjaan HM. Hanif Dhakiri meninjau Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) di Medan, Sumatera Utara, belum lama ini.

Menteri Hanif meminta jajaran BBPLK Medan banyak melakukan inovasi dalam metode pelatihan. Sebagai provider pelatihan, BLK juga harus bersaing dan selalu memperbarui pelatihan agar mendelivered masyarakat benar-benar bisa kompeten.

"Jadikan inovasi sebagai budaya dan terobosan agar BLK bisa terus berkembang mengikuti perkembangan jaman," kata Hanif Dhakiri.

Agar BLK bisa terus melakukan inovasi, Menteri Hanif juga meminta seluruh pegawai maupun instruktur di BLK membuka ruang atau ide-ide agar bisa terus berkembang. Pimpinan juga diminta harus membuka diri, berdialog agar bisa menyerap ide-ide dari bawah.

"Siapa tau ada yang bisa dimanfaatkan dan dikembangkan secara baik. sehingga kinerja BLK menjadi baik. Pikiran kita harus terbuka, harus inovatif agar semua yang dilakukan benar-benar baik," kata Menteri Hanif.

Selain berinovasi, Menteri Hanif yang juga Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa ini meminta BLK Medan membuka kelas malam dan Sabtu-Minggu. Untuk membuka dua kelas tersebut Hanif telah menginstruksikan Ditjen Binalattas untuk merumuskankannya dan akesnya benar-benar dibuka seluas-luasnya untuk masyarakat.

Menteri Hanif menilai pentingnya dibuka dua kelas itu karena masyarakat di sekitar memerlukan ruang atau akses untuk bisa memperoleh upskilling (peningkatan ketrampilan) agar memiliki karir dalam pekerjaannya. Karena saat ini banyak orang under employment.

Jika sebelumnya ada persyaratan usia dan pendidikan, maka untuk membuka akses seluas-luasnya ke masyarakat, Menaker menambahkan mulai saat ini BLK telah menghapuskan persyaratan yang membatasi masyarakat untuk mengikuti pelatihan.

"Kita minta BLK Medan tidak melihat soal itu. Tak peduli agamanya apa, sukunya apa, asalnya dari mana, pendidikannya apa, tua atau muda. Selama dia butuh pelatihan datanglah ke BLK Medan dan BLK harus memberikan pelayanan dan pelatihan terhadap mereka," tandas Menteri Hanif.

TERKAIT

    -