Menristekdikti: Mahasiswa Jangan Sampai Golput
PKBNews - MENTERI Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) HM Nasir mengatakan bahwa pemilu adalah satu upaya dalam demokrasi untuk menentukan langkah bangsa Indonesia ke depan.
Menurut Menteri Nasir yang juga politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini mengatakan bahwa dengan memilih golput secara tidak langsung masyarakat menginginkan peradaban demokrasi di Indonesia tidak maju ke depan.
“Kalau mahasiswa golput itu sama saja mereka tidak mendorong demokrasi Indonesia maju kedepan. Pemilu itu bagian dari demokrasi dan apapun harus dilewati. Harapan saya jangan sampai golput lah karena pilihan itu nanti masa depan bangsa ditentukan,” kata Menristekdikti HM Nasir di Yogyakarta, Senin (18/3/2019).
Menteri Nasir mengingatkan para mahasiswa di Indonesia untuk menggunakan ilmu yang dimiliki untuk menghindari kabar-kabar hoax menyesatkan. “Kalau mahasiswa masih percaya hoax itu berarti mereka mendiskreditkan ilmu yang didapatkan di perguruan tinggi. Jangan percaya hoax atau malah bahkan jadi penyebar hoax,” tandasnya.
Sementara itu, 400 mahasiswa dari 200 perguruan tinggi di Indonesia Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia (FL2MI) yang menggelar Musyawarah Nasional XI sekaligus menyampaikan seruan pemilu tanpa golput.
Muhammad Agus Setiawan Koordinator Wilayah FL2MI mengungkap saat ini indikasi adanya golput di Indonesia dirasa masih cukup tinggi. Menurut dia, sebagian besar yang masih belum menentukan pilihan untuk dibawa ke bilik suara adalah pemilih pemula dari generasi milenial.
“Kami membawa misi untuk mengingatkan kembali teman-teman mahasiswa untuk menjadi agen of change. Kita harus bisa memberikan apa yang kita dapatkan di perguruan tinggi untuk mengubah atau memberi warna kehidupan masyarakat. Saat ini pemilih pemula masih banyak yang bingung karena omongan para elit politik. Kami sebagai mahasiswa ingin menunjukkan bisa memberikan pemikiran segar yang menjangkau mereka ini untuk nantinya memberikan suara, karena satu suara itu bisa mengubah bangsa,” katanya.
FL2MI menilai perbedaan pendapat dan pilihan adalah hal biasa dalam pandangan politik. Namun hal tersebut menurut para mahasiswa tak lantas membuat orang malas menuju TPS untuk memberikan pilihan.
“Berbeda pilihan itu biasa kok, tidak masalah. Tapi kemudian jangan membuat kita malas pergi ke TPS memberikan suara. Nanti di Yogyakarta kami punya agenda sosialisasi di kawasan Malioboro agar masyarakat menggunakan hak pilihnya 17 April 2019 mendatang,” katanya.







TERKAIT
-