Standard Post

Kebhinekaan, Pancasila dan Persaudaraan Akan Abadi di Bumi Indonesia

PKBNews - KETUA Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin pastikan kebhinekaan, Pancasila dan persaudaraan terus abadi di bumi Indonesia.

"Bila belakangan ini kita sempat merasakan munculnya kecurigaan di antara sesama warga, seakan-akan ada kemunduran di dalam kebhinnekaan yang kemudian seolah-olah sempat menjadi masalah serius, itu hanya momen sesaat, apalagi kondisi ini didorong oleh penyebaran dunia socmed. Namun sesungguhnya itu bukanlah Indonesia yang sejatinya," katanya menyambut refleksi Imlek 2019, kemarin.

Menurut Cak Imin, PKB bersama-sama dengan masyarakat, akan memastikan bahwa politik kebangsaan akan tetap menjadi warna utama politik Indonesia.

"Saya dan PKB akan menjadi garda terdepan dalam mengawal dan memastikan hal ini. Kita akan tetap berpegang teguh kepada Pancasila dan kembali ke jalan kebhinnekaan," katanya.

Panglima Santri Nusantara itu berkata, sejak awal PKB didirikan, memiliki hal-hal prinsip yang tidak bisa ditawar, yaitu Pancasila, kebhinnekaan, kemandirian ekonomi dan kemanusiaan.

"Untuk empat hal ini, PKB, ada di garis keras. Termasuk melindungi hak ekonomi sosial politik warga Tionghoa," ucap Cak Imin.

Cak Imin menegaskan PKB akan berdiri tegak dalam melawan diskriminasi dan kesenjangan. Hal itu, kata Imin, menjadikan PKB sebagai partai yang tak pernah absen menyambut Imlek.

"Ini pula yang melandasi mengapa setiap tahun PKB sebagai satu-satunya partai politik yang tidak pernah absen dalam menyambut Imlek. Karena perayaan Imlek adalah salah satu wujud penolakan kami terhadap bentuk diskriminasi. Karena Gus Dur dan PKB adalah pencetus sejarah Imlek di Indonesia, sebagai upaya mengakhiri diskriminasi yang ada saat itu," tutur Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI).

Ia menambahkan, "Saat menjadi Presiden RI, Gus Dur mencabut Inpres Nomor 14/1967 karena bertentangan dengan UUD 1945. Sebelum dicabut, Inpres tersebut selama puluhan tahun mengekang warga Tionghoa sehingga tak bisa bebas melaksanakan budayanya termasuk merayakan Imlek dan Cap Go Meh secara terbuka."

Setelah mencabutnya, kata Cak Imin, Gus Dur menerbitkan Keppres Nomor 6/2000 yang menjamin warga Tionghoa dapat menjalankan kegiatan keagamaan, kepercayaan, dan adat istiadat secara terbuka. Menurutnya, Gus Dur sangat berperan dalam hal Imlek.

"Tanpa Gus Dur tidak ada Imlek dan Cap Go Meh dirayakan secara terbuka, tanpa Gus Dur tidak ada barongsai dan naga turun ke jalan, tidak ada bahasa Mandarin diajarkan di sekolah-sekolah bahkan di pesantren," ucapnya.

Mewakili PKB sekaligus mewakili Jokowi-Ma`ruf Amin, Imin memohon doa dan dukungan agar terus dapat menyejahterakan rakyat.

"Kami mohon doanya, semoga pilpres dan pileg yang akan berlangsung tidak lama lagi, PKB dan Pak Jokowi tetap mendapat kepercayaan dari rakyat, agar Pak Jokowi dapat tetap melanjutkan program-program pembangunan 5 tahun lagi dan PKB menjadi partai yang besar sehingga dapat semakin mewujudkan cita-cita perjuangan Gus Dur yang menjadi pedoman PKB," ucap Cak Imin.