Standard Post

Kondisi Korupsi di Indonesia Masih Memprihatinkan

PKBNews - WAKIL Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daniel Johan menegaskan, kondisi korupsi di Indonesia memang memprihatinkan tapi belum masuk stadium empat.

"Korupsi di negara kita memang masih memprihatinkan, meski tidak sampai taraf stadium empat," katanya.

Daniel memastikan PKB sudah lama mendorong agar semua pihak duduk bersama untuk membahas pemberantasan korupsi. Tujuannya, agar tingkat korupsi bisa ditekan seminimal mungkin.

"PKB sudah lama mendorong agar para stakeholder terkait bisa kumpul bersama dan membahas secara mendalam bagaimana korupsi mampu diatasi sampai seminimal mungkin, tidak cukup hanya pencegahan apalagi penindakan," katanya.

Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia itu berkata, perlu dibahas secara mendalam tentang kebijakan otonomi daerah misalnya, sejauh mana dampak baik-buruk dan efektivitasnya. Menyangkut pileg dan pilkada secara langsung, karena saat ini pilkada sudah menjadi ajang judi di banyak daerah dengan bandar-bandar lokal dan nasional yang besar.

"Ini sama saja membajak demokrasi dan sebagai salah satu akar korupsi," ucap Daniel.

Daniel menyarankan perbaikan sistem pelayanan publik. Salah satunya sistem online yang jangka waktu dan biayanya jelas.

Sementara itu, Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding mengatakan pemberantasan korupsi harus dilihat dari dua sisi, yaitu pencegahan dan penindakan.

"Saat ini pemberantasan korupsi harus difokuskan pada pencegahan. Apa yang bisa kita lakukan adalah memastikan bahwa seluruh sistem, khususnya di pemerintahan, penegakan hukum kita itu mengurangi peluang terjadinya penyalahgunaan kewenangan," katanya.

Dia mengatakan perbaikan harus dilakukan di segala tingkat pemerintahan, dari pusat hingga ke desa. Karding juga mengusulkan dikuranginya penggunaan uang tunai dalam transaksi masyarakat dan pemerintah hingga perbaikan sistem perbankan serta jasa keuangan untuk menghindari pencucian uang.