Standard Post

Padat Karya Cash Bermanfaat untuk Masyarakat

PKBNEWS - TINGKAT pengangguran di desa bakal lebih tinggi jika tidak ada program cash for work atau padat karya tunai.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengatakan, padat karya cash yang selama ini dikucurkan oleh pemerintah pusat memberikan banyak manfaat bagi masyarakat di daerah.

"Kalau nggak ada cash for work ya tentu akan lebih tinggi lagi angka penganggurannya," kata Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo di Jakarta, Rabu (7/11/2018).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini mengatakan bahwa padat karya tunai merupakan program pemberdayaan masyarakat desa yang memanfaatkan anggaran pemerintah pusat melalui alokasi dana desa. Anggaran tersebut digunakan untuk membangun infrastruktur dasar dan pekerjaannya melibatkan masyarakat setempat.

Berdasarkan data BPS, tingkat pengangguran terbuka (TPT) per Agustus 2018 sebesar 5,34% atau setara 7,001 juta orang dari jumlah angkatan kerja 131,01 juta orang.

Dari angka pengangguran 7,001 juta atau 5,34%, pengangguran di desa mengalami peningkatan menjadi 4,04% dari Agustus 2017 sebesar 4,01%. Sedangkan di kota mengalami penurunan menjadi 6,45% dari periode yang sama di tahun sebelumnya 6,79%.

Menteri Eko mengatakan bahwa peningkatan jumlah pengangguran di desa dikarenakan masyarakatnya bukan sebagai pekerja formal. Di mana, bekerja hanya tergabung dengan musim.

Contohnya, kata Menteri Eko, jika masyarakat yang tadinya sebagai petani sawit memiliki hubungan kerja dengan pengusaha sawit, maka pada Agustus 2018 karena belum masuk musim panen, ditambah dengan harga kelapa sawit turun, maka banyak petani yang tidak lagi bekerja sama.

"Jadi yang bisanya kebunnya dirawat dan bisa memberikan pekerjaan informal, ini nggak dirawat sehingga cash flownya terganggu, Ini temporer kok, karena pengangguran di Februari nanti pasti akan turun," tandas Menteri Eko.