Standard Post

Pidato Jokowi Dipastikan Sindir Kubu oposisi

PKBNews - PIDATO Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal politik kebohongan dipastikan mengarah ke kubu oposisi. Pasalnya, kubu oposisi kerap melontarkan pernyataan tanpa dilengkapi data.

"Politik kebohongan yaitu maksudnya itu pesan buat seluruh kita, politisi, terutama pasangan calon (presiden dan wakil presiden) di sebelah. Jangan suka `main` tanpa data, bicara dengan unsur-unsur kebohongan. Jangan," ujar Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding (AKK), kemarin.

Saat ditanya apakah maksud dari pesan Jokowi tersebut menyindir Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

"Saya kira iya. Kalau menurut saya itu ada sindiranlah supaya (politik kebohongan) itu dikurangi, dihilangkan," tegasnya.

Mengulangi pesan Jokowi, AKK mengajak seluruh elemen masyarakat mengimplementasikan demokrasi dengan baik, adu gagasan, rekam jejak, program dan visi-misi.

"Mari kita berdemokrasi secara baik, adu gagasan, adu jejak rekam, adu program, adu visi misi. Janga sampai mengubar kebohongan," ucapnya.

Sebelumnya Jokowi menyinggung soal politik kebohongan ketika memberi kata sambutan dalam HUT ke-54 Partai Golkar.

"Kita harus akhiri politik kebohongan, politik yang merasa benar sendiri. Dan mari kita perkuat politik pembangunan, politik kerja, politik berkarya. Pembangunan bangsa untuk menghadirkan rasa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, pembangunan SDM bangsa yang unggul, yang siap bersaing di era Revolusi Industri 4.0. Sehingga kemajuan Indonesia, kejayaan Indonesia betul-betul dapat terwujud," ucap Jokowi.