PKB Yakin Tindakan Luhut-Sri Mulyani Spontan
PKBNews - PARTAI Kebangkitan Bangsa (PKB) meyakini acungan satu jari Menteri Koordinator bidang Kelautan Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia dilakukan spontan, tanpa ada niat sedikitpun melakukan pelanggaran Pemilihan Umum (Pemilu).
"Keduanya hanya ingin menegaskan bahwa Indonesia nomor satu. Dan, itu dilakukan spontan tanpa niat sedikitpun," ujar Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding (AKK), Jumat (19/10/2018).
Menurut AKK, bila tindakan spontan yang dilakukan Luhut dan Sri Mulyani telah dilaporkan maka ia akan mendorong kedua menteri tersebut untuk mengikuti proses.
"Walaupun sudah dijelaskan bahwa tindakan tersebut spontan untuk menyibulkan Indonesia nomor satu," katanya.
Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) itu berkata, ada hikmah dibalik kejadian tersebut, kedepannya perlu dilakukan sosialisasi lebih masif kepada para pejabat negara mengenai teknis aturan Pemilu.
Ia menambahkan, hal tersebut menjadi sangat penting lantaran para pejabat negara seperti Luhut dan Sri Mulyani belum tentu mengetahui aturan teknis Pemilu karena kesibukan mereka sebagai menteri.
"Saya ini sudah lima kali mencalonkan diri sebagai anggota legislatif, masih merasa sangat kesulitan dalam memahami secara rinci aturan-aturan kampanye yang diatur dalam UU dan PKPU karena terlalu rinci dan spesifik," tutur AKK.
AKK menegaskan, spontanitas-spontanitas yang dilakukan para pejabat atau orang-orang tertentu harus dilihat sebagai bangunan yang dibangun tidak di atas niat.
"Jadi mungkin perlu dipersuasi dan dijelaskan saja, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan pejabat negara seperti menteri," ucapnya.
AKK memastikan aturan teknis Pemilu tidak dipahami secara utuh oleh para pemangku kekuasaan ataupun pejabat negara lainnya. Ia mencontohkan,
"Saya datang ke sekolah dan ada yang mengajak foto nomor 1, itu nomor partai saya, itu saya bisa kena. Walaupun itu cuma mungkin beberapa siswa senang saja, namun ternyata dalam konteks peraturan dianggap melanggar jadi harus ada persuasi saja."
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Jokowi-Ma`ruf itu mendorong agar Luhut dan Sri Mulyani diberitahu mengenai aturan-aturan kampanye pemilu sehingga lebih berhati-hati dalam mengekspresikan spontanitas.







TERKAIT