Standard Post

Memasuki Perayaan HSN, PKB Beri Kado Istimewa untuk Ulama dan Umat Muslim


PKBNews - PARTAI Kebangkitan Bangsa (PKB) memberi kado istimewa kepada ulama dan santri di seluruh Indonesia dengan menggolkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pesatren dan Pendidikan Keagamaan menjadi usul inisiatif Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam rapat paripurna, kemarin.

"Disetujuinya RUU tersebut merupakan hadiah Hari Santri Nasional (HSN, red) yang akan jatuh pada 22 Oktober 2018. Seluruh fraksi di DPR mendukung dibahasnya RUU tersebut," kata Ketua Fraksi PKB DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, kemarin.

Cucun bangga dalam rapat paripurna tersebut, 10 fraksi di DPR bulat satu suara mendukung RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan menjadi inisiatif DPR. Dengan begitu, lanjut Cucun, RUU tinggal proses pembahasan antara DPR dan pemerintah. Sebagai tahap awal, DPR dan pemerintah segera membahas berbagai isu penting dan daftar inventarisasi masalah (DIM) RUU tersebut.

"Fraksi PKB pun amat bersyukur dengan hal itu. Saya optimistis Indonesia akan memiliki UU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan dalam waktu dekat," katanya.

Kata Cucun, kendati F-PKB menginisiasi penyusunan RUU tersebut, partainya selalu membuka diri dan menerima masukan seluruh stakeholders terkait substansi dan isu stategis yang belum terakomodir.

"Kita akan memiliki UU yang lebih khusus dari sistem pendidikan nasional. Lex specialis derogate lex generalis," katanya.

Politisi dari derah pemilihan (dapil) Kabupaten Bandung itu menjelaskan, RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan akan mengatur tentang pentingnya rekognisi negara terhadap penyelenggaraan pendidikan keagamaan berbasis masyarakat. Pengaturan ini mengingat pesantren telah berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, dan terlibat secara aktif dalam pembangunan nasional.

"Selama ini, pesantren telah menjadi sistem norma (subkultur) yang mampu mentransformasikan nilai-nilai spiritual, moral dalam pembentukan karakter di segala bidang kehidupan. Bahkan, pesantren telah menjadi jati diri dan sejarah panjang perjuangan bangsa," ucap Cucun.

TERKAIT

    -