Mendes Ajak Generasi Milenial Bangun Produk Unggulan Desa
PKBNEWS - MENTERI Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mengajak generasi milenial untuk ikut membangun dan mempromosikan produk unggulan desa dan desa-desa wisata yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Menteri Eko mengatakan bahwa hal ini termasuk upaya Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) untuk menghilangkan citra desa yang tertinggal, kumuh, dan dihuni penduduk berpenghasilan rendah atau miskin itu juga dilakukan lewat empat program prioritas.
Upaya itu berupa Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) Pembangunan Embung, pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan pembangunan sarana olahraga desa.
“Dana Desa dan keempat program prioritas Kemendes PDTT telah menyulap desa menjadi maju dan mandiri,” kata Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo di Jakarta, belum lama ini.
Menteri Eko mengatakan, peraturan pemerintah juga mengharuskan penggunaan Dana Desa secara swakelola, sehingga hanya berputar di desa.
“Dari tenaga kerja, bahan material, hingga konsumsi yang digunakan selama pelaksanaan proyek berasal dari warga desa sendiri,” ujarnya.
Untuk menyebarkan semangat membangun desa ini, Menteri Eko mengajak generasi milenial untuk ikut membangun dan mempromosikan produk unggulan desa serta desa-desa wisata yang dikelola oleh BUMDes.
“Ide kreatif generasi milenial dan eksistensinya di media sosial bisa menjadi energi besar dalam pembangunan desa di era milenial,” katanya.
Helatan Desa Membangun Indonesia Goes to Campus juga menghadirkan narasumber lainnya. Diantaranya Rudy Suryanto Sekjen Forum BUMDes Indonesia, Sanny Gaddafi CEO 8villages, dan Bonivius, Kepala Biro Humas Kemendes PDTT.
Selain itu, Menteri Eko mengatakan, kepada anak anak muda khususnya mahasiswa melihatlah potensi yang ada di desa khusunya daerah masing masing jangan terfokus di kota kota besar, karena desa sendiri mempunyai persoalan tersendiri yang bisa menjadi oportuniti. Bukan itu saja kesempatan untuk sukses lebih mudah karena daya saingnya rendah.
"Jadi anak anak muda itu melihat potensi di desa karena di desa itu banyak persoalan, tetapi persoalan itu jelas dan ini akan menjadi oportuniti bagi and mereka dan kompetisinya lebih renda dan jdi untuk mereka chance untuk suksesnya lebih mudah contohnya mengelola pariwisata mengelola E-Commerse, mengelol paska panen dan sebagainya," tandas Menteri Eko.







TERKAIT
-