Standard Post

PKB Minta Jokowi Fokus Kerja, Urusan Kampanye Serahkan Pada Tim


PKBNews - PARTAI Kebangkitan Bangsa (PKB) mempersilakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) fokus mengurus tugas negara. Biarkan urusan kampanye diserahkan pada tim dan KH Ma`ruf Amin.

"Kami mendorong Pak Jokowi fokus kerja. Tak usah fokus kampanye, serahkan urusan kampanye pada tim dan Pak Kiai Ma`ruf," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Kadir Karding (AKK), Jumat (7/9/2018).

AKK memastikan, tim pemenangan Jokowi-KH Ma`ruf Amin sudah menyusun strategi untuk menang di kantong suara tempat Jokowi kalah di Pilpres 2014, khususnya basis suara pemilih Islam.

"KH Ma`ruf akan masuk ke kantong muslim di 10 daerah dan Pak Jokowi, beliau fokus kerja. Tim lain di pembagian tugas nanti kita akan bagi tugas," ujarnya.

Wakil Ketua Timses Jokowi itu menambahkan, pengalaman di Pelpres 2014 saat mendukung Jokowi menjadi modal berharga. Bahkan, kampanye kala itu cenderung kasar. PKB tidak menginginkan hal itu terulang.

"Kalau yang kemarin itu kampanyenya kasar. Ada Obor Rakyat, provokasi parah. Kalau sekarang saya kira kita semua berkomitmen demi Indonesia, anak bangsa, kita harus berkampanye dengan sejuk," katanya.

AKK meyakini dengan terpilihnya Erik Tohir sebagai Ketua TKN KIK menjadikan tugas berat semakin mudah, ia sudah dianggap teruji dan mampu mengkoordinir semua komponen kekuatan yang ada di tim Jokowi-Ma`ruf Amin.

"Ketua TKN KIK mampu menambah daya gedor dan menyempurnakan kekuatan tim kampanye dari parpol dan para relawan," tuturnya.

Anggota Komisi III DPR RI itu menambahkan, komponen di tim pemenangan Jokowi-Ma`ruf Amin telah berkumpul cukup banyak kekuatan. Baik dari sisi kekuatan partai politik, organisasi profesional hingga kelompok-kelompok relawan yang telah mendeklarasikan diri.

"Partai harus terakomodasi, relawan harus terakomodasi, kelompok anak muda harus terakomodasi, kekuatan sipil militer juga terakomodasi dan kekuatan tokoh agama juga terakomodasi. Jadi tim ini menambah menjadi ideal untuk Indonesia sekali," ucapnya.

 

TERKAIT

    -