Standard Post

Politik dan Demokrasi Bertujuan untuk Kemanusiaan


PKBNEWS - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Dr. HA. Muhaimin Iskandar mendapat kehormatan memberikan penghargaan kepada Pejuang kemanusiaan yang diwakili oleh keluarga masing-masing di Gedung Joeang `45, Menteng Raya, Jakarta Pusat, Rabu (1/8/2018).

Sebanyak delapan belas tokoh pejuang kemanusiaan mendapat penghargaan dari berbagai latar belakang.

Cak Imin mengatakan, sejarah para pejuang kemanusiaan ini sangat penting diketahui oleh generasi muda saat ini. Karena itu, kata Cak Imin, sejarah perjuangan mereka harus masuk dalam kurikulum pendidikan nasional, paling tidak dibawah naungan keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU).

"Tadi oleh para seniman pertama kali (menyampaikan), bahwa merekalah yang berdarah-darah menyajikan jiwa dan perjuangannya untuk merah putih, merekalah idola-idola yang tidak boleh kita lupakan untuk negeri yang berbhinneka Tunggal Ika ini, merekalah tauladan untuk bahan ajar sejarah pada anak didik kita," kata Cak Imin dalam pidatonya di Gedung Joeang `45, Rabu (1/8/2018).

"Saya juga akan meminta para pejuang-pejuang kemanusiaan ini juga masuk kurikulum seluruh sekolah dibawah keluarga besar Nahdlatul Ulama ditanah air," kata Cak Imin.

Cak Imin yang juga Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa mengatakan bahwa para pejuang kemanusiaan ini merupakan tokoh-tokoh yang menentukan karakter masa depan bangsa. Selain itu, keberanian dan keikhlasannya dalam berjuang menjadi kewajiban generasi penerus bangsa untuk meneladani dan melanjutkan perjuangan mereka.

"Karena itu pengajaran di sekolah-sekolah adalah menjadi bagian dari kewajiban kita untuk meneladani, meneruskan, mencintai dan memberi inspirasi, inovasi dan kreatifitas anak-anak didik kita," kata Cak Imin.

Cak Imin yang didapuk sebagai Ketua Presidium Komite Nasional Penegak Demokrasi (KNPK) ini juga menegaskan bahwa tujuan utama politik dan demokrasi adalah untuk kemanusiaan, bukan mementingkan elektoral dan elektabilitas. "Politik dan Demokrasi hanya ada dibawah kemanusiaan yang menjadi cita-citanya," ujarnya.

Cak Imin menyebut, dirinya bertekad akan meluruskan demokrasi Indonesia untuk kembali pada tujuan yang sesungguhnya, yakni untuk kemanusiaan. "Bukan seperti hari ini, politik dan demokrasi cita-cita utama adalah elektabilitas, ini harus kita luruskan dan semoga saya bisa (meluruskannya)," tandas Cak Imin.