Cak Imin Minta Menristekdikti Bantu dan Pacu Perguruan Tinggi Swasta
PKBNews - PERBEDAAN kualitas yang mencolok antara perguruan tinggi negeri dan swasta di beberapa wilayah Indonesia mengkhawatirkan Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga Panglima Santri Nusantara Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Ia pun meminta Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menrstekdikti) Mohammad Nasir membantu dan memacu perguruan tinggi swasta agar tidak tertinggal jauh dengan perguruan tinggi negeri.
“Saya sering menyampaikan ke Pak Nasir, Mesristekdikti kita ini, perguruan tinggi swasta harus dibantu dan dipacu kemajuannya. Hampir setiap hari, setiap saat saya ingatkan Prof Nasir,” katanya, Senin (26/2/2018).
Cak Imin mengingatkan bahwa masa depan suatu bangsa hanya bisa maju dan berdaya saing jika kualitas pendidikan generesi penerusnya terjamin dan terfasilitasi dengan baik. Ia pun kembali mendorong Menrestekdikti untuk terus menggenjot kemajuan perguruan tinggi swasta.
"Selama ini kualitas dan fasilitas pendidikan swasta, terutama yang ada di pesantren, masih jauh dari perhatian pemerintah. Ini harus kita perhatikan agar tidak tertinggal," katanya.
Inisiator Nusantara Mengaji itu berkata, mayoritas masyarakat Indonesia yang ada di wilayah pinggiran justru menggandrungi pendidikan swasta di semua jenjang, mulai taman kanak-kanak, madrasah ibtidaiyah, madrasah tsanawiyah, madrasyah aliyah, hingga perguruan tinggi.
"Saya tak pernah berhenti meminta Menristekdikti untuk lebih memperhatikan pendidikan tinggi swasta, seperti Universitas Ibrahimy Sukorejo ini," ucap Cak Imin.
Cak Imin meyakini Menristekdikti tak pernah berhenti mencurahkan perhatiannya untuk kerguruan tinggi swasta di Tanah Air. Khususnya perguruan tinggi yang berada di bawah naungan pondok pesantren.
"Insyaallah Pak Nasir tidak henti-hentinya memberikan curahan perhatian ke perguruan tinggi swasta di Tanah Air, wabil khusus pesantren-pesantren tua, bersejarah, dan berkontribusi nyata lahirkan generasi yang mewarnai kehidupan umat dan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, KHR Ahmad Azaim Ibrahimy mengapresiasi komitmen Menristekdikti atas penyatuan dan perubahan IAI Ibrahimy, Amik Ibrahimy, Aperik Ibrahimy dan Akbid Ibrahimy menjadi Universitas Ibrahimy.
Kiai Azaim bercerita bahwa peresmian Universitas Ibrahimy adalah janji Menristekdikti yang dilontarkannya kala berkunjung ke Ponpes Sukorejo, Situbondo akhir 2017 yang lalu.
“Saya masih ingat betul, beliau (Menristekdikti) secara khusus menyampaikan kepada saya, Pak kiai, nanti kunjungan saya yang kedua sudah resmi menjadi Universitas Ibrahimy’, allhumma shalli ala sayyidina Muhammad,” ucap Kiai Azaim.
Atas komitmen tersebut, Kiai Azaim tak henti berucap syukur dan berterimakasih kepada pemerintah, tak terkecuali Cak Imin, yang getol memperjuangkan kemajuan pendidikan pesantren, termasuk pendidikan tinggi swasta.
“Tidak banyak yang bisa saya sampaikan selain jazakumullah ahsanal jaza, wa barakallahu fikum jamian atas penyatuan Amik Ibrahimy, Aperik Ibrahimy, dan Akbid Ibrahimy menjadi Universitas Ibrahimy,” tandasnya.







TERKAIT