Cak Imin: Jangan Tanyakan Berapa Jumlah Kekayaan Calon Pemimpin
Ambon - JIKA rakyat Indonesia ingin memilih pemimpin bangsa ini kedepan, jangan tanyakan berapa jumlah kekayaannya. Tetapi tanyakan sejauh mana komitman dan kemampuannya dalam menata Indonesia menjadi lebih baik.
Demikian ditegaskan Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) H Abdul Muhaimin Iskandar saat membuka acara Pendidikan Kader Menengah (PKM) angkatan Pertama Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Provinsi Maluku yang berlangsung di Balai Diklat Perikanan Ambon.
Cak Imin panggilan akrab H Abdul Muhaimin Iskandar, berkata, sesuai dengan hasil evaluasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2014, PKB menempatkan 47 orang di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Perolehan kursi di DPR RI kemudian menjadi tolak ukur PKB dalam mempersiapkan kader pemimpin yang dapat mendorong percepatan pembangunan, pemerintahan dan pelayanan sosial.
"Saat ini PKB tengah menyiapkan kader yang sekiranya dan memungkinkan bisa menjadi pemimpin masa depan Indonesia. PKB perlu menyiapkan kader yang berkapasitas mampu membangun bangsa dan negara Indonesia secara bertanggung jawab," tuturnya.
Cak Imin berkata, PKB harus memiliki basis kader yang kuat sehingga bisa memberikan kontribusi bagi pembangunan, pemerintahan dan pelayanan sosial.
Ia tidak menginginkan memiliki pemimpin yang terkenal, tetapi sesungguhnya tidak memiliki visi untuk mendorong pembangunan serta pemerintahan dan meningkatkan pelayanan sosial. Indonesia juga tidak membutuhkan pemimpin yang kuat, namun kinerjanya jalan di tempat.
"Saatnya PKB memiliki visi, misi dan komitmen dalam upaya membangun bangsa dan negara Indonesia, karena didukung kader sebagai pemimpin yang bisa menjawab kebutuhan maupun tantangan yang dihadapi masyarakat Indonesia," katanya.
Cak Imin menuturkan, PKM merupakan wadah strategis untuk membina kader PKB agar memiliki visi, misi dan komitmen kuat, berkualitas serta basis mengakar.
"PKM bermanfaat untuk mempersiapkan kader dalam rangka memberikan kontribusi bagi pembangunan guna mendorong percepatan pembangunan, pemerintahan dan pelayanan sosial," katanya.
Selain itu, ungkap Cak Imin, pendidikan kader menengah juga bertujuan melakukan kaderisasi dalam rangka memperkuat ideologi partai agar dipastikan kedepannya terjadi regenerasi guna memperkuat mesin politik partai disetiap jenjang. Sementara itu, Ketua DPW PKB Maluku, Basri Damis mengatakan, PKM berlangsung selama tiga hari, yang diikuti oleh 29 anggota DPRD provinsi/kab/kota, unsur keterwakilan dari DPC PKB Kabupaten/Kota se-Maluku, keterwakilan dari unsur badan otonom PKB dan 30 persen unsus keterwakilan perempuan.
Usai membuka PKM I DPW PKB Maluku, Cak Imin didampingi Ketua DKN Garda Bangsa, Cucun A Syamsurizal melakukan kunjungan ke Masjid Tuan Wapaue di Jazirah Leihitu, Pulau Ambon. Agenda ini merupakan napak tilas perjalanan Islam Nusantara. Lukman Zuhdi







TERKAIT