Standard Post

Banyak Puskesmas Butuh Dokter


PKBNews - BANYAK pusat pelayanan kesehatan (Puskesmas) mengeluhkan kekurangan dokter. Namun Kementerian Kesehatan (Kemenkes) justru kurang merespons keluhan tersebut.

"Puskesmas butuh dokter. Dan, banyak dokter bersedia di tempatkan di Puskesmas, sayangnya keinginan para dokter tersebut tidak diakomodir," kata Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) Nihayah Wafiroh, kemarin.

Selain itu, kata Ninik panggilan akrab Anggota DPR RI itu, pihak Puskesmas juga mengeluhkan indikator kontak yang diterapkan kementerian. Padahal, indikator tersebut harusnya dapat mendukung kinerja.

"Pelayanan kesehatan apa yang bisa dilakukan oleh perawat kalau dokternya tidak ada. Pertanggungjawabnya gimana?. Pertanggungjawaban seperti apa, kapitasi ada tapi dokter tidak ada?," ujarnya.

Ninik berkata, harusnya kementerian memenuhi kebutuhan dokter terlebih dahulu baru melakukan hal lain. Jangan sampai 20 persen puskesmas kelas satu tidak punya dokter.

"Dokternya dulu penuhi," tegasnya.

Ninik pun ingin mengetahui berapa data jumlah pengadaan ambulance secara total dari mulai tahun 2015, 2016, dan 2017.

"Ini penting agar kita tahu didistribusikan ke mana saja itu ambulance," ucapnya.