Bangsa Indonesia Kehilangan Tokoh Islam yang Negarawan
Jakarta - KETUA Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) H Abdul Muhaimin Iskandar mengaku sangat kehilangan salah seorang tokoh penting agama Islam yang memiliki jiwa kenegarawanan setelah meninggalnya Wakil Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Slamet Effendy Yusuf.
"Indonesia kembali kehilangan satu lagi tokoh agama yang memiliki pemikiran dan curahan tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pak Slamet sangat konsisten mempertahankan Pancasila dan NKRI. Kita doakan almarhum agar amal ibadahnya diterima Allah SWT, amin," katanya, Kamis (3/12/2015).
Menurut Cak Imin, sapaan akrab politisi muda potensial milik bangsa Indonesia ini, dirinya kaget sewaktu menerima kabar mantan politisi Partai Golongan Karya (Golkar) itu meninggal dunia saat menjalankan tugas membantu Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) di Hotel Ibis Styles, Jalan Braga Nomor 8, Bandung, Jawa Barat.
"Ada banyak hal yang harus kita petik dari Pak Slamet. Didikasi, konsistensi, loyalitas, totalitas, progersivitas terhadap bangsa dan umat Islam patut kita jadikan suri tauladan. Generasi muda Indonesia patut mencontoh beliau," katanya.
Cak Imin berharap kepergian Kiai Slamet ke pangkuan Allah SWT tidak menyurutkan umat Islam untuk menduplikasi seluruh pemikiran dan totalitasnya dalam menjalankan amanah yang diberikan kepadanya.
"Saya sangat berharap muncul generasi-generasi baru pengganti beliau dari kalangan nahdliyin dan PKB khususnya. Dengan begitu NU dan PKB terus mengakar di Indonesia. Khusunya di hati umat Islam," tandasnya.







TERKAIT