Standard Post

Ahok Harusnya Konsisten di Jalur Independen


Jakarta - HARAPAN masyarakat DKI Jakarta mendapat pelajaran politik berharga dari Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Teman Ahok sepertinya bakal kandas. Pasalnya, Gubernur DKI Jakarta itu mulai kepincut maju melalui partai politik (parpol) dalam Pilkada 2017 mendatang. Padahal, sebelumnya Ahok yakin maju dari jalur independen

"Saya pribadi sejujurnya mendorong Ahok untuk konsisten di jalur independen dengan Teman Ahok untuk maju di Pilkada 2017. Sebab, sejak awal saya sudah yakin Ahok akan ke parta. Makanya saya selama ini bilang kita lihat konsistensi Ahok. Ternyata tidak tuh," ujar Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daniel Johan, Rabu (29/6/2016).

Menurut Daniel, indikasi Ahok lari dari jalur independen terlihat jelas saat ia mendapat dukungan dari Partai Nasdem, Partai Hanura dan Partai Golkar. Padahal, Teman Ahok sudah kerja keras membuktikan tantangan Ahok untuk mengumpulkan satu juta KTP.

"Ahok seolah tak menghargai hasil kerja keras Teman Ahok. Kasihan Teman Ahok, dengan teganya Ahok ujung-ujungnya balik ke partai," kata dia.

Daniel berkata, Ahok memang seorang politisi sejati. Ia telah berupaya membuat skenario seolah menolak tiket maju di Pilgub 2017 lewat jalur parpol. Namun, setelah mendapat lampu hijau dari NasDem, Hanura dan Partai Golkar, ia pun mulai merubah haluannya.

"Dengan piawai Ahok pun memanfaatkan situasi ini dengan berkata, siap jika memang parpol mau mengusungnya, dan akan membicarakan kemungkinan tersebut dengan Teman Ahok. Teman Ahok pun tampak legowo dan mengaku akan mendukung pilihan gubernur petahana itu. Sekenario yang mulai terbaca dengan jelas," katanya.

Yang menjadi pertanyaan rakyat Jakarta, kata Daniel, tentu adalah pembelajaran apa yang dipetik dari permainan politik Ahok ini. Poinnya pentingnya adalah, tidak ada pembelajaran politik yang diberikan Ahok dan keberadaan Teman Ahok.

"Yang ada, keberadaan Teman Ahok malah seperti membodohi masyarakat. Jika Ahok tak bisa menunjukkan kekonsistensiannya, maka akan mencederai kepercayaan masyarakat. Terutama warga DKI yang sudah menyerahkan KTP nya untuk mendukung Ahok," tandasnya.