Standard Post

Capres Impian Perempuan NU yang Bebas KDRT


Jakarta- Para perempuan Nahdliyin punya harapan tinggi tentang sosok calon presiden RI. Mereka lebih menyukai seorang tokoh yang tidak pernah terlibat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

 

“Kita ingin capres yang bukan wacana tapi mau bekerja nyata, cepat, dan kerja keras. Kita mau pemimpin yang peka terhadap persoalan perempuan dan anak. Serta berhasil membangun keluarganya, paling tidak dia tidak pernah melakukan KDRT di rumahnya,” beber Ketua Umum PP Fatayat NU Ida Fauziyah dalam acara Harlah Fatayat NU ke-64 di Gedung PBNU, Kamis (24/4/2014).

 

Mengapa Fatayat NU punya kriteria mendetail tentang capres RI? Musababnya, karena Ida ingin jutaan anggotanya menyukseskan Pilpres pada 9 Juli 2014 mendatang. Demokrasi saat ini, ujarnya, menentukan nasib masa depan negara selanjutnya. Maka, ia ingin para perempuan berpartisipasi memilih capres sesuai dengan kebutuhan masyarakat. 

 

Keseriusan mencari capres itu bakal dibuktikan oleh Ida dengan mengundang sejumlah pihak berkompeten. Mulai dari Komnas Perempuan, Komnas Perlindungan Anak serta pihak yang peduli isu anak dan perempuan.  “Mari kita sharing agar memilih calon presiden dengan alasan yang tegas, kita perlu bejalar dari pileg kemarin idealisme tidak ada disitu,” urai Ida. (Laporan Rifki)