Cak Imin & Tiga Menteri PKB Hadiri Tasyakuran Mbah Wahab
Jakarta - Penganugerahan gelar pahlawan nasional untuk KH Abdul Wahab Chasbullah benar-benar disyukuri oleh warga Nahdlatul Ulama (NU). Perjuangan pendiri NU tersebut diharapkan bisa menjadi teladan dan inspirasi.
Hadir dalam acara tasyakuran ini antara lain Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, Hakim MK Wahidudin Adams, Ketua Umum DPP PKB Muhaminin Iskandar, Ida Fauziyah, politisi senior Partai Demokrat Ahmad Mubarok, cicit Mbah Wahab Rohmahurmuzzy, serta beberapa tokoh nasional dan jajaran pengurus harian PBNU.
“Kita harus bisa bangga. Ini nikmat yang luar biasa. Pahlawan itu pahalawan, orang yang banyak pahalanya,” kata Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj dalam sambutan di acara doa dan tasyakur untuk pahlawan nasional di Gedung PBNU, Senin (10/22/2014 malam.
Penganugerahan gelar pahlawan nasional untuk Mbah Wahab, demikian KH Abdul Wahab Chasbullah disapa, disebut oleh Kiai Said sebagai nikmat yang kesekian untuk keluarga besar NU.
“Tahun 2014, sampai selesainya masa jabatan Pak SBY, PBNU sudah bisa mendirikan 23 universitas. Baru saja kita juga menyelesaikan Munas dan Konbes, dan akhir minggu lalu Mbah Wahab ditetapkan sebagai pahlawan nasional,” tambah Kiai Said disambut tepuk tangan tamu undangan.
Atas penganugerahan gelar pahlawan nasional untuk Mbah Wahab, Kiai Said meminta warga NU bisa mensyukuri melalui teladan terhadap perjuangan dan ajaran kiai kharismatik asal Jombang tersebut. Di mata Kiai Said, Mbah Wahab adalah sosok pejuang dan aktifis yang berani dan cerdas, tapi tetap alim dalam menegakkan ajaran agama. “NU akan terus jaya ketika ada Mbah Wahab-Mbah Wahab lainnya,” pungkasnya.
Sementara Ketua Tim Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional untuk KH Abdul Wahab Chasbulah, As’ad Said Ali, menekankan nikmat gelar tersebut tidak boleh membuat warga NU berpuas diri.
“Mbah Wahab mengajarkan bagaimana agama dan negara bisa disatukan. Itu ajaran demokrasi yang islami, yang kita semua harus meneladani dan terus memperjuangkannya,” tegasnya.







TERKAIT