Cak Imin Sorot Kinerja Tiga Kementerian
Jakarta - KINERJA tiga kementerian dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi sorotan Ketua Umum (Ketum) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar dalam pidato politiknya saat melantik pengurus baru Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (Gemasaba) priode 2015-2020 di kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, No 9, Jakarta, Jumat (8/5/2015).
Menurut Cak Imin, sapaan akrab Abdul Muhaimin Iskandar, Kementerian Badah Usaha Milik Negara (BUMN), Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) serta Kementerian Perumahan Rakyat dan Pekerjaan Umum (PU) belum bekerja maksimal. Sorotan Cak Imin pertama ditujukan ke Kementerian BUMN yang keberadaannya belum berdampak langsung kepada masyarakat "Keberadaan BUMN belum berdampak langsung pada masyarakat. BUMN masih sibuk urus dirinya sendiri, dan masih bergantung pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN, red)," katanya. Selanjutnya, Cak Imin menyoroti langkah Kementerian Kominfo yang memblokir situs Islam atas rekomendasi BNPT. Namun, tidak mampu menangkal isu radikal yang merajalela. "Kalau cuma bisa blokar blokir, anak TK pun juga bisa. Kemenkominfo secara sistemik harusnya dapat menangkal kabar atau isu radikal agar tidak merajalela," katanya. Cak Imin menambahkan, dari pada memblokir situs Islam, lebih baik pemerintah memberi bantuan dana untuk pesantren mengembangkan situs sendiri. Ia yakin situs-situs yang dibuat pesantren mampu menangkal penyebaran paham radikalisme. "Dari pada hanya membuat seminar, lebih baik dibuat kerja nyata," katanya. Setelah menyenggol Kominfo, giliran Kementerian Perumahan Rakyat dan PU. Menurut Cak Imin, infrastruktur Indonesia masih lemah. Bukan hanya infrastruktur seperti jalanan saja, tapi juga sistem kerja, waktu dan beberapa peningkatan di berbagai level pemerintahan. "Infrastruktur yang ada saat ini masih payah dan masih lemah. Ini harus menjadikan tantangan kita ke depannya," kata dia.






TERKAIT