Cak Imin Sambangi Para Santri Serambi Mekkah
Lhokseumawe- Sosok Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar memang tak bisa dilepaskan dari dunia pesantren dan kaum santri. Meski sudah sukses menjadi menteri dan orang besar di negeri ini, kecintaannya kepada lembaga pendidikan tertua di Indonesia itu tak pernah pudar.
Ke mana pun dia pergi selalu menyempatkan diri menyapa para ulama dan kaum santri. Begitu pula di Serambi Mekkah, Cak Imin, demikian dia akrab disapa, menyempatkan diri bersilaturahim dengan ulama dan para santri di Pesantren Darul Ulum Al Munawarah yang terletak di Desa Lhok Mon Puteh, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.
“Pesantren itu memiliki dasar ajaran kesederhanaan, dengan keterbatasan masih terus mengajarkan anak didik. Ibarat pendidikan ini utuh, mengajarkan kehidupan, ajaran yang total di iringi dengan kehidupan nyata, itu adalah tempaan pesantren di manapun,” ujarnya di hadapan ratusan santri dan ulama, Jumat (8/11/2013).
Tak lupa Cak Imin memotivasi para santri agar giat belajar dan tirakat agar kelak menjadi pemimpin di Republik ini. Dengan bekal ilmu dari pesantren dan sokongan doa para ulama tak ada yang mustahil untuk diraih.
“Adik-adik santri berbanggalah kalian untuk meneruskan perjuangan para kyai menggembangkan agama. Belajarlah terus dan pilihan ponpes adalah pilihan tepat. Saya juga santri dan menghabiskan waktu lama di ponpes. Kitab kuning yang kita pelajari sama. Itulah hebatnya pesantren bisa membangun mental dan membentuk karakter dari ajaran pondok. Mengakarnya Islam di Indonesia adalah karena peran pondok pesantren,” ulasnya.
Kepada para ustadz, Cak Imin juga terus menggelorakan semangat agar senantiasa menempa anak didiknya tanpa pamrih. Karena tidak ada kebahagiaan yang lebih besar dari keberhasilan mengantarkan anak didik menjadi orang besar.
“Saya mengajak kepada seluruh pengajar, jangan berhenti berjuang, kita harus terus berjuang dan siap hadapi tantangan. Tambahi ilmu keterampilan hingga bisa berpikir jadi pengusaha. Semoga dari sini lahir calon pengusaha yang mandiri. Kuat secara agama, kuat secara ekonomi. Yakinlah dengan kerja keras Insya Allah lahir pemimpin pemimpin nasional yang berkualitas,” tegas Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa tersebut.
Mendapat kunjungan dari tamu istimewa, pengasuh Dayah Darul Ulum Al Munawarah
Tgk H Abu Bakar Ismail tak dapat menyembunyikan kebahagian dari raut wajahnya. Dia pun mengucapkan terima kasih atas kesediaan Menkertrans berkunjung ke pesantrennya. “Suatu hal yang sangat membanggakan kami, kehadiran pak menteri melihat langsung bagaimana keadaan dan kondisi di Pesantren Darul Ulum,” ucapnya.
Dalam kata sambutannya, Tgk H Abu Bakar Ismail menjelaskan bahwa lembaga pendidikan Darul Ulum Al Munawarah didirikan tahun 1996 oleh Tgk H Abdullah Hanafi. Pesantren ini merupakan cabang dari lembaga pendidikan di Bireun.
“Ponpes diapit bukit seperti Masjidil Haram yang dikelilingi bukit. Kurikulum salafi, dayah yang mengajarkan kitab gundul dan buka madrasah tsanawiyah serta aliyah dengan kurikulum nasional. Santri dan santriwati 600 orang, 200 orang adalah anak yatim dhuafa dan anak korban konflik yang tidak dipungut biaya apapun,” terangnya.
Tgk H Abu Bakar Ismail juga menerangkan, sejak awal lembaga pendidikan Darul Ulum Al Munawarah bercita-cita menciptakan generasi unggul yang berakhlakul karimah.
“Tugas kami mendidik dan ini adalah kewajiban kita demi menciptakakan anak yang berakhlakul karimah serta dalam rangka membantu pemerintah dalam sukseskan program pemerintah mendidik anak bangsa, inilah yang bisa kami lakukan. Kami harapkan bantuannya, terlebih untuk anak asuh kami. Sarana jauh dari apa yang diharapkan, tempat penginapan yang tida layak dan 72 orang guru. Kami tidak meminta sesuatu tapi menunggu apa yang diberi oleh bapak menteri,” tandasnya. (Laporan Rifki)







TERKAIT