Standard Post

Cak Imin: Hampir Selesai Kok Walkout, KPU Jalan Terus


Jakarta- Ketua Umum DPP PKB A Muhaimin Iskandar mempertanyakan sikap saksi dari pasangan Capres dan Cawapres nomor satu, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang memilih walk out meninggalkan proses rekapitulasi hasil perolehan suara  yang tengah berlangsung di Komisi Pemilihan Umum.

"Sudah hampir selesai kok baru walkout, KPU jalan terus, kami mendukung KPU lanjutkan secara hukum dan undang-undang," kicau Cak imin di akun twitternya @Muhaiminiskdr.

Spontan, sejumlah follower @Muhaiminiskdr membalas seraya memberi ikut memberikan dukungan agar KPU terus melanjutkan proses rekapitulasi hasil perolehan suara.

Salah satu di antara follower menuliskan,"kecurangan dituduhkan tdk berlandakan UU yg berlaku, & terkesan mengada-ada didetik terakhir ketuka tahu kalah #KPUMOveOn," tulis @emink19.

Lain halnya dengan Endra Triatmoko dengan akun @Endra_moccacino yang berkicau,"Anak kecil kalo main game mau kalah jg minta diulang pak,".

Dari markasnya di Rumah Polonia, Prabowo Subianto menegaskan pihaknya menolak seluruh pelaksanaan Pemilihan Presiden 2014. Prabowo menilai, pelaksanaan Pilpres 2014 cacat hukum.

"Kami Prabowo-Hatta sebagai pengemban suara rakyat akan menggunakan hak konstitusi kami. Kami menolak pelaksanaan Pilpres 2014 yang cacat hukum. Dengan demikian, kami menarik diri dari proses yang sedang berlangsung," kata Prabowo.

Setelah rapat dengan seluruh Tim Prabowo-Hatta, Prabowo mengatakan, pihaknya menemukan beberapa hal yang memperlihatkan cacatnya proses Pilpres 2014, hingga menghilangkan hak demokrasi rakyat.

Pertama, proses Pilpres 2014 bermasalah, tidak demokratis dan bertentangan dengan UUD 1945. KPU tidak adil dan terbuka. "Banyak aturan main yang dibuat justru dilanggar sendiri oleh KPU," ungkapnya.

Kedua, lanjut Prabowo, rekomendasi Bawaslu terkait segala kelalaian di berbagai wilayah diabaikan oleh KPU. Ketiga, ditemukan tindak pidana pemilu yang melibatkan penyelenggara pemilu dan pihak asing sehingga pemilu tidak jujur dan adil.

Keempat, KPU selalu mengalihkan masalah ke MK, seolah-olah keberatan Tim Prabowo-Hatta hanya bisa diselesaikan di MK. Terakhir, lanjutnya, telah terjadi kecurangan yang masif, terstruktur dan sistematis. Untuk itu, Prabowo langsung menginstruksikan kepada para saksinya yang tengah mengikuti rekapitulasi suara di KPU untuk menarik diri.