Standard Post

Cak Imin Dorong Transmigran Jadi Wirausahawan


Jakarta - Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi melalui Direktorat Jenderal (Dirjen) P2MKT bekerjasama dengan Fatayat NU untuk menyukseskan program kewirausahaan bagi para transmigran.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi A Muhaimin Iskandar menyatakan, kerjasama ini bertujuan untuk menumbuhkan perekonomian dan pembangunan ekonomi mandiri para transmigran. Sehingga kemandirian para transmigran bisa terwujud dan pertumbuhan ekonomi nasional dapat tercapai.

“Hingga saat ini kita masih ditopang dengan produk pertanian dan olahan yang bersifat impor, dengan sumber daya alam Indonesia yang melimpah masih tidak dapat memenuhi kebutuhan dari masyarakat,” ujarnya dalam talkshow dan pembukaan expo kemandirian wirausaha di kawasan transmigrasi di Thamrin City, Jalan MH Thamrin Boulevard, Jakarta Pusat, Jumat (13/12/2012).

Terkait dengan dengan pembangunan ekonomi mandiri, pria yang akrab dipanggil Cak Imin itu mendorong para transmigran terus melakukan kerja keras serta terobosan-terobosan yang bersifat inovatif. Adapun pihaknya, juga melakukan akselerasi pembangunan dengan berbagai program–program tepat guna. Di mana para pelaku transmigran yang berangkat dengan hanya bermodalkan harapan untuk hidup lebih baik bisa mewujudkan mimpinya.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini telah memasuki tahapan tumbuh kembang. Karena itu, jangan pernah takut dan lengah dengan angka pertumbuhan ekonomi yang kian hari kian meningkat,” ingatnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Fatayat NU, Ida Fauziyah, menyatakan, akan mendukung penuh upaya Kemenakertrans untuk mengubah pola pikir para transmigran dari tipikal pekerja menjadi wirausaha.

“PP Fatayat NU bersama Kemenakertrans terutama Dirjen P2MKT telah melakukan pendampingan dan pelatihan terhadap warga transmigran. Dengan bersama-sama mengembangkan pertanian organik dan juga produk olahannya. Selain itu juga mengembangkan produk bio energi yang dianggap sangat bermanfaat bagi masyarakat transmigrasi,” tegasnya.

Guna mewujudkan kemandirian dan jiwa kewirausahaan para transmigran, Kemenakertrans telah meluncurkan program Himpunan Wirausahawan Transmigrasi (HW-Trans) yang telah menyentuh 22 kawasan transmigrasi. Melalui program ini, diharapkan infrastruktur di kawasan transmigrasi bisa diperbaiki dan hasil bumi para trasmigran bisa menjadi produk andalan di tanah air.

“Kami sangat menyadari tanah di Jawa ini telah menjadi lahan yang kian hari kian padat, sehingga pembangunan pertanian di Pulau Jawa sangat jauh dapat menopang kebutuhan dan kita hanya dapat mengandalkan kreativitas dan inovasi para pelaku transmigrasi. Tak ada pangan bila tidak ada para pelaku transmigran,” ujar Cak Imin.