BNPB Harus Sigap Urus Pengungsi Gunung Kelud
Jakarta- Ketua Komisi VIII DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa Ida Fauziyah berharap Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai mitra kerjanya bekerja cepat menanggulangi dampak meletusnya Gunung Kelud di perbatasan Kediri, Malang, dan Blitar, Jawa Timur.
"BNPB harus segera merespons dan bekerja cepat, yang terpenting dilakukan adalah evakuasi warga," ungkap Ida Fauziyah saat dihubungi awak media www.dpp.pkb.or.id, Jum`at (14/2/2014).
Ida Fauziyah yang juga Ketua Umum PP Fatayat NU berharap, peristiwa meletusnya Gunung Sinabung di Sumatra Utara yang memakan banyak korban jiwa tidak terulang.
"Kita tidak menghendaki ada korban jiwa, duka Sinabung belumlah usai, meletusnya Gunung Kelud semoga tidak menelan korban jiwa," tutur Ida Fauziyah yang sempat melakukan kunjungan kerja ke Gunung Sinabung, Sumut.
Gunung Kelud meletus tadi malam sekitar pukul 22.50 WIB. Akibatnya, dua orang meninggal dunia dan ratusan ribu jiwa terpaksa mengungsi. Material vulkanik berupa batu dan debu juga mengakibatkan sejumlah bandara terpaksa ditutup.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, hingga saat ini dua orang meninggal dan 100.248 jiwa mengungsi. Korban meninggal, Sail (60 ) warga RT 12/04 Dsn Ngutut, Desa Pandansari, Kecamatan, Ngantang, Kabupaten Malang. Korban tewas lainnya, Pontini (65), warga Dusun Plumbang, Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Malang. Dia tewas karena tertimpa tembok yang roboh. Robohnya rumah atau bangunan karena menahan beban pasir di bagian atap rumah yang konstruksinya kurang kuat.
Jumlah pengungsi yang berjumlah 100.248 orang tersebar di 172 titik. Pengungsi berasal dari Kediri 66. 319 orang di 205 titik, Blitar 28.970 orang di 63 titik, Tulungagung 1.349 di 11 titik, Malang 3.610 orang di 14 titik. Namun, sebagian pengungsi sudah meninggalkan pengungsian untuk kembali ke rumah.







TERKAIT