Bila NU dan PKB Bersatu, Indonesia Akan Semakin Sejahtera dan Damai
Surabaya – Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (Sekjend DPP PKB) H Imam Nahrawi kembali mengisi resesnya dengan menggelar acara bertajuk Lebih Dekat Dengan Wakil Rakyat, H Imam Nahrawi, yang dihadiri pengurus PCNU Kota surabaya, Pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB, pengurus Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) PKB dan Pengurus Dewan Pengurus Ranting PKB se-Kota Surabaya.
Acara yang diselenggarakan di Wisma Sejahtera, Kota Surabaya pada Minggu (12/08/12) ini juga dihadiri Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya, KH. Dzul Hilmi dan Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya, KH. Saiful Chalim.
Dikatakan Sekjend DPP PKB, H Imam Nahrawi dalam pidatonya, sebagai penerima amanah dari masyarakat anggota DPR harus sesering mungkin menyapa, menjaring, dan menyerap aspirasi dari masyarakat. Karena tanpa adanya dukungan masyarakat, anggota DPR tidak ada artinya sama sekali. Sebab, masyarakat merupakan elemen terpenting dalam kehidupan berdemokrasi.
“ Sebagai wakil rakyat dan anggota parlemen dan kader partai hendaknya kita harus selalu ingat akan betapa pentingnya elemen masyarakat, sehingga kita tidak boleh melupakan masyarakat atau konstituen kita, kita harus sesering mungkin melakukan silaturahim dan menyapa mereka guna mejaring dan menyerap aspirasi dari masyarakat dan konstituen. Sehingga kedepan cita – cita PKB untuk dapat memenangkan Pemilu 2014 mendatang dapat dengan mudah terwujud,” imbau Imam
Lebih lanjut, anggota Komisi V DPR RI ini dengan tegas mengatakan, kader PKB jangan pernah sekali – sekali untuk melupakan sejarah panjang PKB, bahwa PKB adalah anak kandung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), sehingga kader PKB wajib terus melakukan silaturahim kepada NU demi menguatkan hubungan NU – PKB.
“Sudah menjadi suatu kewajiban dan sangat mutlak bahwa kader PKB harus mampu terus melakukan dan menjaga silaturahim kepada NU yang telah membidani PKB terlahir dalam kancah perpolitikan Indonesia. Agar hubungan antara NU dan PKB semakin kuat kedepannya,” tegas Imam.
Diyakini oleh Imam bahwa, dengan bersatunya NU dan PKB maka Indonesia akan dapat selalu sejahtera, makmur dan damai. keyakinanya tersebut diungkapkan karena NU dan PKB memiliki kesamaan azas serta visi dan misi yang sama yakni, Ahlussunnah Waljamaah serta Rahmatan Lill alamin, artinya NU dan PKB merupakan Rahmat bagi semua umat.
“Saya sangat yakin dengan bersatunya NU dan PKB akan memberikan dampak kekuatan bagi Indonesia untuk lebih sejahtera, makmur dan damai. semua itu karena NU dan PKB memiliki azas serta visi, misi yang sama yakni ahlussunah Waljamaah dan rahmatan lill alamin,” tegas alumni IAIN Sunan Ampel Surabaya.
Pria kelahiran Bangkalan, 08 Juli 1973 ini juga mengajak segenap kader NU dan PKB untuk terus menggelorakan dan terus memproklamirkan kekuatan NU dan PKB agar tidak akan tergoyahkan oleh kekuatan apapun dengan menanamkan pada diri kita untuk selalu bangga jadi warga NU dan selalu bangga jadi warga PKB.
“ Sebagai warga NU dan sebagai warga PKB mari kita gelorakan dan proklamirkan kekuatan NU dan PKB bahwa kekuatan kita tidak akan tergoyahkan oleh kekuatan apapun dengan selalu menenamkan rasa bangga bahwa kita harus bangga jadi warga NU dan PKB,” tegas Imam.
Lebih jauh Imam mengatakan, bahwa kekuatan NU dan PKB merupakan kekuatan yang berasal dari basis kultural seperti para kiai dan tokoh – tokoh masyarakat yang dahulu pernah tergabung di PKB namun sempat meninggalkan PKB, kini telah mulai kembali untuk memberikan dukungan dan bertekad untuk bersama – sama kita untuk memangkan PKB pada pemilu 2014 mendatang.
“Alhamdulillah, kita patut untuk bersyukur karena para kiyai dan tokoh – tokoh masyarakat yang dahulu pernah di PKB namun sempat meninggalkan PKB, kini telah kembali bersama kita untuk memberikan dukungan serta bertekad untuk memenangkan PKB pada pemilu 2014 mendatang,” jelasnya.
Imam juga mengimbau kepada segenap kader dan pengurus NU dan PKB agar selalu waspada jangan sampai tergoda dan terhasut oleh mereka yang tidak menginginkan NU – PKB bersatu dan kuat oleh karena itu mari kita wujudkan NU – PKB dapat bersatu dan memenangkan Pemilu 2014 mendatang.
“Kita harus selalu waspada dengan banyaknya rongrongan baik dari dalam maupun luar yang menginginkan NU – PKB terpecah belah, sebagai kader yang baik hendaknya dapat memproteksi diri dengan pengaruh serta godaan dan hasutan yang dilakukan oleh siapapun yang menghendaki NU – PKB terpecah belah. Dengan kita terus bersatu Insya Allah kita akan memangkan Pemilu 2014 mendatang,” tutup Imam. (lie)







TERKAIT