Standard Post

2.010 Pekerja Anak Terima Bantuan Peralatan Sekolah dari Pak Menteri


Surabaya – Dalam rangka mendukung program keluarga harapan di Surabaya, Menteri Tenaga kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar menyerahkan bantuan peralatan sekolah kepada 2.010 pekerja anak. Dikatakan oleh menteri yang juga Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitana Bangsa (DPP PKB) ini, hal tersebut dilakukannya guna membantu pendidikan anak Indonesia. Karena, menurut Muhaimin, idealnya tugas anak dibawah umur adalah mencari ilmu. Selain itu setiap warga negara Indonesia memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. "Semoga peralatan sekolah ini bisa membuat anak yang sebelumnya bekerja, bisa konsentrasi dan semangat menempuh pendidikan serta mendapat hak yang sama dengan pelajar lainnya," ujar Muhaimin Iskandar. Menurut data yang dihimpun dari program perlindungan sosial tahun 2011 lalu, bahwa rumah tangga sangat miskin yang mwmiliki anak usia 7 – 17 tahun tidak bersekolah dan bekerja di 16 kabupaten di jatim terdapat 12.955 orang. hasil data tersebut dapat kita simpulkan merupakan angka yang cukup besar, oleh karena itu Kemenakertrans menganggap penting dan sangat perlu untuk dilakukannya pemberian bantuan semacam ini, guna menjamin pendidikan kepada anak pekerja dibawah umur agar pendidikan mereka lebih baik lagi. Lebih lanjut dikatakan Muhaimin, hingga saat ini kita baru dapat meyalurkan bantuan pengurangan pekerja anak guna mendukung program pengurangan harapan se – Jatim dengan jumlah penerima bantuan 2.010 orang atau dapat dikatakan baru 15 persennya saja. Artinya jumlah tersebut masih sangat jauh dari jumlah anak yang membutuhkan bantuan tersebut. "Ini artinya, masih ada 10.945 pekerja anak putus sekolah yang harus bekerja membantu beban keluarga tanpa dibekali pendidikan atau keterampilan memadai," tukasnya. Muhaimain yang juga mantan wakil ketua DPR RI ini menegaskan, tujuan besar dari program ini, yaitu mengurangi jumlah pekerja anak dari rumah tangga sangat miskin yang putus sekolah. Selanjutnya anak-anak ini akan ditarik dari tempat bekerja melalui pendampingan shelter untuk dikembalikan ke pendidikan. "Tidak selayaknya anak yang masih sekolah sudah harus bekerja. Padahal cita-cita bangsa ini adalah membebaskan pekerja anak. Mari kita bersama-sama membuat cita-cita itu terwujud dan membuat bangga Indonesia," tutur mantan Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Sementara itu, dari data yang dimiliki Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur, pada 2008, program ini telah dilaksanakan di 21 kabupaten dengan menarik 2.770 pekerja anak. Dilanjutkan pada 2010 dilaksanakan di 14 kabupaten dengan menarik pekerja anak sebanyak 840 orang. Setahun berikutnya di 13 kabupaten dengan menarik 780 pekerja anak. "Tahun ini Jatim diberi alokasi anggaran untuk 16 kabupaten dengan harapan menarik 2.010 pekerja anak ke dunia pendidikan secara keseluruhan," kata Kepala Dinas Tanaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Jatim Hary Soegiri. Penyerahan paket peralatan sekolah oleh Muhaimin Iskandar terhadap 2.010 anak dihadiri oleh Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, pejabat Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, pejabat pemerintah provinsi serta tujuh kepala satuan perangkat daerah terkait. (vie/lie berbagai sumber)