Standard Post

PKB: RAPBN 2027 untuk Wujudkan Kemaslahatan Rakyat


PKBNEWS - Fraksi PKB DPR RI menyampaikan pandangan resminya terhadap Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM dan PPKF) RAPBN 2027 dalam rapat paripurna, Kamis (4/6/2026). PKB mendorong perencanaan keuangan negara diarahkan untuk mewujudkan kemaslahatan riil bagi rakyat.

PKB memberi beberapa catatan penting terkait dengan Asumsi Makro dan Indikator Kesejahteraan tahun 2027. Pertama, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada 2027 di kisaran 5,8 hingga 6,5 persen, ini adalah target tinggi yang menuntut mesin pertumbuhan baru.

“Fraksi PKB menilai target pertumbuhan ekonomi 5,8 hingga 6,5 persen dalam KEM-PPKF 2027 menunjukkan optimisme yang tinggi dari pemerintah terhadap kemampuan ekonomi Indonesia untuk keluar dari pola pertumbuhan lima persen yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade,” terang Juru Bicara Fraksi PKB DPR RI Muhammad Kadafi pada rapat paripurna DPR RI.

Terhadap asumsi inflasi 1,5 hingga 3,5 persen, maka stabilitas harga menjadi kunci daya beli. Target inflasi ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga. Inflasi yang terkendali akan menjaga daya beli masyarakat, meningkatkan kepastian dunia usaha, dan memberikan ruang bagi penurunan suku bunga.

Soal target nilai tukar rupiah terhadap dollar AS sebesar Rp16.800–17.500/USD, ini cukup realistis namun menyimpan resiko. Fraksi PKB berpandangan bahwa asumsi nilai tukar rupiah yang di patok tersebut menunjukkan pemerintah mengambil pendekatan yang realistis terhadap dinamika global.

“Tingginya ketidakpastian global dan perubahan arah kebijakan moneter negara-negara maju tentu akan sangat berdampak terhadap nilai tukar rupiah,” terang Kadafi.

Selanjutnya, terkait dengan target sasaran pembangunan tahun 2027, PKB berpandangan bahwa target tingkat kemiskinan sebesar 6 hingga 6,5 persen dan rasio gini sebesar 0,362–0,367 akan menjadi ujian pertumbuhan yang berkualitas.

“Penurunan kemiskinan tidak cukup hanya mengandalkan bantuan sosial. Faktor yang paling menentukan adalah terciptanya pekerjaan produktif dengan pendapatan yang memadai,” beber Kadafi.

Berikutnya target tingkat pengangguran terbuka tahun 2027 diperkirakan 4,30 hingga 4,87 persen, memang angka yang rendah tapi belum tentu berkualitas. Sebenarnya target tersebut relatif realistis jika melihat data ketenagakerjaan terakhir, tingkat pengangguran terbuka Indonesia telah turun ke kisaran 4,7–4,8 persen, menjadi salah satu level terendah sejak krisis ekonomi 1998.

Untuk target proporsi lapangan kerja formal 40,81 persen, PKB mendukung target optimis pemerintah untuk memperluas daya serap lapangan kerja di sektor formal melalui upaya kolektif seluruh pemangku kepentingan, utamanya kerja sama antara pemerintah, swasta, dan asing masuk melalui skema investasi.

Sementara untuk target pendapatan negara tahun 2027 yang diperkirakan akan mencapai kisaran 11,82 persen hingga 12,40 persen dari PDB, PKB berpendapat untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan inklusif, maka pendapatan negara tahun 2027 idealnya pada rentang antara 12,50 persen hingga 13,00 persen dari PDB.