PKB Maluku Advokasi Kebijakan Penanggulangan Pencemaran Lingkungan
JAKARTA, PKBNews - SEBAGAI green party, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kerap membuat program kelestarian lingkungan hidup. Salah satunya ditunjukan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Maluku, lewat advokasi kebijakan penangulangan pencemaran lingkungan.
"PKB punya komitmen pada politik lingkungan hidup, khususnya kebijakan penanggulangan pencemaran lingkungan di Maluku. Di beberapa wilayah di Maluku khususnya di daerah perkotaan dan pesisir telah terjadi pencemaaran serius, yaitu limbah plastik yang membahayakan," kata Sekretaris DPW PKB Maluku, Fahrudin Hayoto di Ambon, Kamis (4/2/2021).
Kata Fahrudin, pencemaran limbah plastik punya dampak langsung dengan mata rantai kehidupan ekonomi dan kasehatan. Limbah plastik yang mencemari laut seperti racun yang membuat ekosistem laut menjadi mati.
"Limbah plastik itu seperti racun yang akan merusak ekosistim laut. Semua yang hidup dilaut dari palangton, alga, karang, ikan, bahkan manusia (neyalan) akan mati. Jika ekosistim laut hancur maka hancur pula kehidupan para nelayan," tuturnya.
Hayoto menjelaskan dampak sistemik pencemaran limbah plastik yang dapat berkontribusi pada tingginya angka kemiskinan di Maluku.
"Nelayan yang tadinya bisa menakap ikan, sekarang hanya tangkap sampah. Atau yang tadinya hanya buang kail di pesisir terpaksa harus mengeluarkan ongkos lebih untuk mencari ikan di lautan luas. Akhirnya kehidupan ekonomi nelayan tidak menentu. Operasional tangkap tinggi sedangkan hasil tangkapan berkurang," katanya.
Hayoto mengingatkan para kadernya untuk melakukan kebijakan politik lingkungan sebagai bentuk komitmen yang telah dirumuskan sebagai salah satu rekomendasi Muswil PKB Maluku tentang pelarangan plastik sekali pakai di Maluku.
"Pada Musyawarah Wilayah (Muswil) lalu, salah satu rekomendasi PKB adalah pelarangan plastik sekali pakai di Maluku. Edukasi dan sosialisasi bahaya limbah plastik yang mencemari laut akan terus dijalankan,"







TERKAIT
-