Standard Post

PKB Apresiasi Tangisan Ustadz Maaher


JAKARTA, PKBNews - WAKIL Ketua Umum (Waketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid atau Gus Jazil memberi apresiasi tangisan Soni Eranata alias Ustadz Maaher At Thuwailibi jika tangisan tersebut sebagai tanda pengakuan dari kesalahannya menghina Habib Luthfi bin Yahya.

"Kami mengapresiasi tangisannya. Apalagi dalam video yang beredar luas di masyarakat, dia menangis dan mengaku ingin meminta maaf langsung kepada Habib Luthfi bin Yahya," katanya, kemarin.

Namun, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) itu berkata, tangisan dan permintaan maaf tidak bisa menyudahi proses hukum yang tengah berjalan. Gus Jazil menambahkan, menjalani proses hukum adalah bentuk tanggung jawab atas perbuatannya.

"Menjalani proses dan putusan hukum jika nantinya diputus bersalah merupakan tanda bertanggung jawab," katanya.

Kata Gus Jazil, masyarakat harus berpegang pada prinsip praduga tak bersalah, belum tentu dia diputus bersalah oleh pengadilan.

"kita hormati proses hukum yang berjalan meskipun sambil menangis," tutur Anggota Komisi III DPR RI itu.

Koordinator Nusantara Mengaji lebih jauh berkata, Habib Luthfi tentu akan memaafkan Ustadz Maaher. Namun, kata dia, keberlanjutan kasus tersebut ada di tangan pelapor.

"Habib Lutfi pasti dapat memaafkannya, namun karena kasus ini deliknya aduan, maka tergantung pelapornya mau mencabut laporan atau tetap dilanjutkan," ucap Gus Jazil.

Sebelumnya, Soni Eranata alias Ustadz Maaher At Thuwailibi mengaku sudah berniat menemui Habib Luthfi bin Yahya di Pekalongan sebelum ditangkap. Dia merasa tidak punya perasaan dengan Habib Luthfi dan amat menghormatinya.