Gus Jazil: Jangan Bicara Reshuffle, Memperkeruh Keadaan
JAKARTA, PKBNews - WAKIL Ketua Umum (Waketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid atau Gus Jazil menegaskan, tidak layak Indonesia Police Watch (IPW) berbicara reshuffle kabinet. Isu reshuffle kabinet dapat memperkeruh situasi dan kondisi Indonesia yang tengah dilanda pandemi virus Covid-19.
"Tidak kredibel bicara soal itu, kecuali ada udang di balik rempeyek, memperkeruh keadaan saja," kata Gus Jazil
Gus Jazil berkata, reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif presiden. Wakil Ketua MPR RI itu meminta para menteri di kabinet Indonesia Maju tidak terpengaruh oleh isu tersebut.
"Reshuffle mutlak hak prerogatif presiden. Jangan ada tekanan dengan info spekulasi yang membuat kerja menteri yang ada terganggu," ucapnya.
Gus Jazil menambahkan, "Lebih baik kita tunggu info resmi dari Istana saja, bukan dari kabar burung. Mohon para menteri fokus saja bekerja lebih keras lagi."
Sebelumnya, IPW berbicara tentang reshuffle Kabinet Indonesia Maju. Ketua Presidium IPW Neta S Pane mengaku mendapat informasi bahwa Presiden Jokowi akan merombak 18 menteri, yang dilakukan setelah pergantian Panglima TNI.
"Rotasi dan pergantian kabinet sepertinya akan dilakukan Presiden Jokowi setelah pergantian Panglima TNI. Sementara pergantian Kapolri akan dilakukan sesuai jadwal, yakni pensiunnya Jenderal Idham Azis pada awal Januari 2021. Demikian informasi yang diperoleh dari berbagai sumber," ujar Pane dalam keterangan tertulis, Kamis (20/8).







TERKAIT