PKB Apresiasi Program `Pamor` Pemprov Jatim yang Memudahkan Warga Penuhi Kebutuhan Pokok
SURABAYA, PKBNews - RENCANA Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) membuat program Pasar Murah Online Mandiri (Pamor) mendapat apresiasi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jatim, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) Chusainuddin. Apalagi Pamor diperuntukan bagi pemenuhan kebutuhan bahan pokok menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) Idul Fitri 1441 H. Pamor merupakan solusi mencegah penularan Covid 19.
"Itu merupakan langkah strategis dan cerdas. Patut didukung untuk mewujudkannya," kata dia, Rabu (6/5/2020).
Anggota Komisi B itu menilai dengan meluncurkan program Pamor berbasis online akan memudahkan masyarakat yang ingin berbelanja. Kabarnya, Pamor didisain penyediaan dan penjualan sembako murah ini berbasis online dan drive thru.
Selain itu, tutur Chusainuddin program ini juga membantu petani maupun peternak yang kesulitan memasarkan produknya.
"Tentu kami berharap pemprov memaksimalkan hasil produksi masyarakat yang kesusahan menjual hasil produksinya selama pandemi Covid 19," tuturnya.
Chusainuddin mencontohkan, seperti yang sudah dilakukan oleh dapur umum di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik. Belanja untuk kebutuhan memasak mulai dari beras, sayur, dan lauk pauk juga mengambil atau beli dari masyarakat langsung.
"Keterlibatan pemerintah dalam kondisi perekonomian yang sulit sangat dibutuhkan agar para pelaku UMKM punya semangat lagi untuk tetap berproduksi," kata dia.
Masyarakat pun, lanjutnya, masih tetap menanti turunnya bantuan dari Pemprov Jatim untuk penanganan terdampak Covid-19.
"Semoga janji bantuan ini juga bisa segera direalisasikan," tegas Chusainuddin.
Sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, program Pamor ini merupakan hasil kerjasama antara produsen bahan pokok dengan Pemprov Jatim.
"Semangat program ini kami ingin mendekatkan akses bahan pokok yang harganya lebih murah dari HET, kepada warga masyarakat Jawa Timur jelang hari Lebaran," katanya.
Dia menambahkan, "Selain itu, lewat program ini produsen sembako bisa menitipkan produk bahan pokoknya untuk dijual lewat Pamor. Jadi sistemnya menyerap dari produsen dan mendekatkan pada konsumen dengan keuntungan harga yang lebih murah."







TERKAIT
-