Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Tegaskan Aksi Bupati Boltim Tidak Patut
JAKARTA, PKBNews - AKSI protes Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sehan Salim Landjar kepada menteri dengan cara marah-marah dinilai sebagai sesuatu yang tidak patut. Apalagi kemarahan bupati tersebut semoar viral di media sosial (medsos).
"Sebagai pemerintah di daerah tidak semestinya berkomentar dengan cara marah-marah, meluapkan emosi seperti itu tidak membantu, kenapa tidak berkomunikasi sesama pemerintah, antara pusat dan daerah," tegas Wakil Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) Marwan Dasopang, Rabu (29/4/2020).
Menurut Marwan Dasopang, meluapkan emosi di medsos bisa berbalik arah ke diri sendiri. Apalagi, protes tersebut terkait aturan yang dinilanya berbelit-belit terkait penyaluran dana bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat terdampak virus Corona (Covid-19).
"Meluapkan emosi di media sosial bisa berbalik arah ke diri sendiri, karena itu tenangkan situasi kita atasi masalah dengan seksama dan penuh ketenangan," pintanya.
Marwan mengaku memahami betul bagaimana rakyat mengharapkan bantuan segera disalurkan.
"Tapi butuh kehati-hatian, baik sasaran maupun prosedur agar semuanya acountabilitas terjaga," katanya.
Separti diketahui, dalam video amatir warga berdurasi 3.48 menit, Bupati Boltim Sehan Salim Landjar marah-marah karena mekanisme bantuan langsung tunai (BLT) terhadap warga terdampak Covid 19 dinilai menyulitkan warga.







TERKAIT
-