Standard Post

Petani Harus Unggul dari Segi Kualitas dan Kuantitas


PKBNews - SPIRIT pertanian era digital harus ditingkatkan. Sudah waktunya petani berdaya dan digdaya. Petani harus unggul dari kualitas maupun kuantitas.

"Sudah waktunya kita berdaya dan digdaya. Petani kita harus unggul, dari kualitas maupun kuantitas," kata Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) Luluk Nur Hamidah, saat melakukan safari serap aspirasi masyarakat dalam masa Reses I tahun 2019-2020 di Desa Brenggolo, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, kemarin.

Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perempuan Bangsa (PB) itu menyerahkan paket alat pengolah kopi kepada kelompok tani Mandiri Argowilis. Alat mesin tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Penyerahan alat pengolah kopi satu set tersebut terdiri atas lima jenis alat. Mulai dari pengupas, sangrai, pembubuk, dan packaging.

Alat ini diberikan secara cuma-cuma alias gratis. Namun, Luluk hanya mensyaratkan komitmen masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas dan potensi diri dengan maksimal.

"Alat ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani kopi di sini. Semoga bermanfaat," katanya.

Menurut Luluk, petani juga perlu terus belajar meningkatkan kapasitas diri agar produktivitas satu tarikan napas dengan kualitas.

"Kualitas produk, packaging dan pemasaran itu penting. Produksi harus bisa bersaing bahkan tembus pasar ekspor," katanya.

Target tersebut tentu, kata Luluk, tidak akan lepas dari peran penting pemerintah. Pemerintah perlu untuk membina, melatih, dan memfasilitasi termasuk akses modal dan pasar agar produk komoditas pertanian makin berkembang.

Kata Luluk, hadirnya alat pengolah kopi ini menghadirkan semangat baru. Nuansa pertanian kopi di masyarakat sekitar dapat terbangun dengan baik sehingga hasil produksi dan kualitas produk juga ikut membaik.

"Saya berharap kelompok tani semakin semangat dalam mengembangkan usaha di bidang pengelolaan kopi. Petani diyakini sebagai aktor utama penggerak distribusi pangan di Indonesia," tandasnya.

TERKAIT

    -