Standard Post

Neraca Perdagangan Defisit, PKB Dorong Pembentukan Panja


PKBNews - BADAN Pusat Statistik (BPS) pastikan neraca perdagangan Indonesia pada bulan November 2019 mengalami defisit sebesar US$ 1,33 miliar. Berdasarkan data tersebut Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendorong pembentukan panitia kerja (Panja) Impor guna menyelesaikan persoalan neraca perdagangan yang mengalami defisit.

"Kita akan mendorong Komisi VI untuk membentuk Panja Impor agar dapat melihat secara komprehensif permasalahan neraca perdagangan kita," ujar Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi PKB Nasim Khan, kemarin.

Neraca Perdagangan Indonesia pada
Angka tersebut berasal dari ekspor November 2019 sebesar US$ 14,01 miliar dan impor sebesar US$ 15,34 miliar.

Defisit ini melanjutkan tren bulan-bulan sebelumnya, dimana sepanjang Januari hingga November ini, secara kumulatif neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar US$ 3,11 miliar. Meski terbilang tak setinggi akumulasi tahun 2018 yang defisit mencapai US$ 8,7 miliar.

Kondisi neraca perdagangan ini, berbanding terbalik dengan tiga tahun awal pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) pada 2015-2017, yang berhasil mencetak skor positif dalam neraca perdagangan.

Nasim Khan meminta pemerintah untuk serius menyelesaikan defisit neraca perdagangan tersebut.

"Pemerintah harus serius dalam mengelola perdagangan internasional, jangan sampai defisit ini menjadi hal yang wajar dalam perekonomian kita," ucap Legislator asal daerah pemilihan Jatim III itu.

Wakil Bendahara Umum (Wabendum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB melihat bahwa impor Indonesia merupakan barang-barang yang sifatnya konsumsi. Impor pada bulan November ini meningkat terutama pada jenis barang konsumsi yang mencapai 16,13 persen dibanding bulan sebelumnya. Dan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, impor konsumsi naik 16,28 persen.

"Impor kita harus benar-benar produktif. Dan misalkan bisa diproduksi di dalam negeri, kita harus memaksimalkan produk-produk dalam negeri kita," kata Nasim Khan.

Nasim Khan meminta agar arahan Presiden Jokowi untuk mengatasi defisit neraca perdagangan ini benar-benar serius dilaksanakan dan bukan hanya sekedar wacana. Karena pada dasarnya, Indonesia mempunyai sumber daya manusia dan sumber daya alam yang kaya.

"Kita harus benar-benar memperkuat pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya manusia kita untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa di semua bidang, khusunya dalam rangka memaksimalkan ekspor produk-produk kita yang berkualitas internasional," katanya.

 

TERKAIT

    -