PKB Pertanyakan Kinerja SKK Migas
PKBNews - PARTAI Kebangkitan Bangsa (PKB) pertanyakan kinerja SKK Migas yang masih melakukan impor Bahan Bakar Minyak (BBM). Sebab, impor BBM Indonesia mencapai lebih dari 800 juta barel atau setara Rp249 triliun per tahun.
"Harusnya kita bisa mengurangi impor. Anggaran segitu kan bisa dipakai untuk membangun kilang minyak sendiri. Apalagi praduksi minyak dan gas kita selalu tidak memenuhi target, bahkan tren liftingnya terus menurun," kata Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi PKB, Ratna Juwita Sari, kemarin.
Ratna berkata, pengurangan impor dapat dikurangi minimal 50 persen dalam rentang waktu 2021-2024. Menurutnya, hal itu bisa dilakukan dengan membuat kebijakan Out of The Box dengan cara berkolaborasi dengan lintas pemangku kepentingan untuk mempercepat realisasi sumber energi non-fosil seperti bio-energi.
Dia menegaskan, optimalisasi kilang yang sudah ada, sementara pabrik baru harus diupayakan perepatan operasionalisasinya. Selain itu, kata Ratna, krisis iklim yang terus meningkat para pengambil kebijakan diminta untuk segera merealisasikan kebijakan energi baru terbarukan dalam rangka mengurangi energi kotor berbasis fosil.
"B20 sudah berhasil, harusnya dapat dinaikkan B30, B50, B100 dan seterusnya," tegasnya.
Sebagai perwakilan Tuban-Bojonegoro, Ratna Juwita juga menyoroti titik lifting di Banyuurip dan Tuban. Dimana kontribusinya mencapai 29,20 persen terhadap produksi minyak nasional. Oleh karenanya, ia berharapa partisipasi pemerintah daerah bisa lebih ditingkatkan.
Ratna juga menyinggung realisasi tanggung jawab sosial dan lingkungan hidup perusahaan (TJSL) atau corporate social responsibility (CSR) agar diarahkan lebih kongkrit dan berkualitas, serta mampu mendukung terciptanya SDM yang unggul dan perlindungan lingkungan hidup secara berkelanjutan.
"Misalnya SMK Migas seperti di Cepu, seharusnya bisa didirikan di Tuban. Hal ini dalam rangka meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal, berkontribusi langsung ke perusahaan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat," katanya.







TERKAIT
-