FPKB Nilai Tudingan Media Massa Barat Tak Berdasar
PKBNews - KETUA Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Cucun Ahmad Sjamsurizal mengecam tudingan media barat soal Cina telah merayu Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), media massa, hingga akademisi Indonesia untuk diam terkait dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) komunitas muslim Uighur.
"Pernyataan media barat tidak berdasar dan menyesatkan," katanya, kemarin.
Menurut Cucun, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah membantah dengan tegas atas tudingan tersebut. Dalam pernyataannya PBNU menyatakan tidak bisa didikte siapapun terkait kasus dugaan pelanggaran HAM di Uighur.
PBNU juga telah membantah jika ada aliran uang dari Cina terkait dengan persoalan tersebut.
"Pernyataan PBNU tegas, menunjukkan jika apa yang dinarasikan media Barat tidak benar dan penuh tendensi," katanya.
Cucun mengatakan narasi media barat tersebut tidak terlepas dari kepentingan Amerika Serikat yang saat ini terlibat perang dagang dengan Cina.
Bahkan saat ini House of Representatif United States atau DPR Amerika Serikat telah meloloskan UU Kebijakan HAM terkait Etnis Uighur (Uyghur Human Rights Policy Act of 2019) oleh Kongres Amerika pada 3 Desember 2019.
Salah satu poin RUU tersebut adalah pemberlakuan sanksi kepada pejabat senior Cina terkait dugaan pelanggaran HAM kaum Muslim Uighur.
"Kita tidak bisa melihat kasus ini secara parsial. Bahwa ada kepentingan Barat terkait isu Uighur itu jelas. Maka kita harus mengkaji secara komprehensif kasus Uighur sehingga bisa mengambil posisi yang tepat," tuturnya.







TERKAIT