Standard Post

Mendes PDTT: Desa Bojongkulur Mendekati Desa Surga


PKBNews - MENTERI Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar meninjau pemanfaatan dana desa di Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Desa Bojongkulur merupakan salah satu desa mandiri. Menteri PDTT, Halim Iskandar mengatakan bahwa Desa Bojongkulur salah satu desa yang mendekati desa surga.

"Ini mungkin salah satu jenis desa yang akan jadi desa surga. Desa ini bagus, banyak hal yang bisa kita lihat pertama dari sisi pelayanan masyarakatnya, pemerintahnya, warga desanya semua guyub. Desa milik kita harus dikelola dengan baik dan saya berharap desa ini menjadi embrio dari desa surga, yaitu desa yang semuanya untuk warga. Desa surga adalah desa yg warganya nyaman dengan tempat itu sehingga tidak berpikiran pindah kemana-mana dan rasa kepemilikan terhadap desa bagus," katanya

Menteri PDTT Halim Iskandar mengawali kunjungannya ke Koperasi Mitra Mandiri Tiga Enam (Komitman 36) di Balai RW 36 Villa Nusa Indah 3.

Koperasi ini merupakan salah satu unit usaha BUMDes Bojongkulur Teladan Mandiri, dengan menggunakan dana desa tahun 2019 Rp 15 juta yang merupakan kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penyertaan modal BUMDes. Sebelah koperasi tersebut terdapat Posyandu Anggrek 3 RW 36.

Kunjungan selanjutnya, Mendes Halim meninjau pekerjaan drainase sepanjang 120 meter dengan alokasi anggaran dana desa tahun 2019 sebesar Rp 19.689.000, pembangunan dikerjakan oleh TPK dan masyarakat secara swakelola dan padat karya.

Pembangunan drainase ini dilakukan untuk mengurangi banjir yang sering terjadi di kawasan tersebut.

Kunjungan terakhir, Menteri PDTT, Halim, meninjau Pasar Desa Bojongkulur yang dikelola BUMDes yang semula tanahnya bukan milik desa tapi milik Pemda, dari pemda secara resmi diserahkan ke desa untuk dikelola oleh BUMDes.

"Ini contoh bagus, saya himbau kepada seluruh kabupaten di Indonesia kalau ada pasar desa tanahnya milik Pemda segera serahkan pada desa untuk dikelola BUMDes untuk kepentingan pembangunan desa. Pertahankan pasar desa tetap menjadi pasar desa milik warga sampai kapanpun, jangan merubah kepemilikannya," pesannya.

Halim menjelaskan, semua desa punya tantangan. Tantangan terberat adalah pertahankan zona desa. Dirinya berpesan untuk menghindari pembangunan yang beralih status kepemilikan. Pasar harus di revitalisasi, kerjasama dengan CSR karena tidak akan merubah status kepemilikan. Tantangannya desa maju seperti ini yaitu pertahankan aset, terangnya.