Standard Post

Missing Link Jadi Penyebab 20 Ribu Ton Beras Didisposal


PKBNews - LEMAHNYA koordinasi antarkementerian dan lembaga negara menjadi penyebab munculnya 20 ribu ton beras yang didisposal karena alami penurunan mutu.

"Missing link terkait koordinasi antara kementerian dan lembaga negara harus secepatnya diatasi. Tak perlu muncul 20.000 beras yang di-disposal karena terlalu terancam mengalami penurunan mutu," kata Anggota Komisi IV Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) Muhtarom, kemarin.

Menurut Muhtarom, koordinasi antara Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan dan Bulog berjalan dengan baik maka tidak akan ada beras yang tersimpan lebih dari empat bulan sehingga terjadi penurunan mutu.

Menurutnya sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 38 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) memang disebutkan jika ada klausul beras yang mengalami penurunan mutu karena lamanya penyimpanan bisa dimusnahkan.

"Peraturannya memang ada, tetapi kan harusnya hal tersebut tidak terjadi karena ujung-ujungnya rakyat lagi yang dirugikan. Jika benar dimusnahkan maka nilai 20.000 ton beras itu setara dengan Rp168 miliar. Tentu itu bukan duit yang sedikit," kata Muhtarom.

Mantan bupati Madiun dua periode itu berharap koordinasi kementerian dan lembaga harus terus diperbaiki terkait berbagai kebijakan di bidang pangan dan pertanian. Konsistensi tersebut akan berujung pada perbaikan nasib para petani di tingkat akar rumput.

Dia mencontohkan kebijakan Kementerian Pertanian yang ingin melakukan swasembada beras, maka harus didukung kementerian dan lembaga lain agar kebijakan tersebut bisa terwujud.

"Jadi jangan seperti saat ini, Kementan ingin swasembada beras tapi Kemendag berlomba ingin impor beras. Itu kan sekilas bertabrakan sehingga ujungnya rakyat yang dirugikan," ucap Muhtarom.

Ketua Poksi IV Fraksi PKB ini juga berharap agar kedepan ada reformasi dalam tubuh Bulog baik dari sisi regulasi maupun terobosan kebijakan sehingga kualitas bahan pokok yang dikelola BUMN tersebut terjaga dengan baik.

"Senyampang beras yang masuk Bulog bagus, tingkat kekeringannya bagus, tidak ada permainan dari oknum di lapangan, maka saya yakin beras yang tersimpan di sana tidak akan cepat busuk," tandasnya.

 

TERKAIT

    -