Standard Post

PKB Apresiasi Pertamina Unit IV Cilacap


PKBNews - LANGKAH PT Pertamina (Persero) Unit IV Cilacap yang merekrut masyarakat lokal untuk bekerja mendapat apresiasi Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia ( DPR RI) Siti Mukaromah. Ia berharap agar komitmen tersebut betul-betul dijalankan dan menjadi komitmen bersama dengan BUMN lainnya untuk menggandeng masyarakat.

"Tujuanya agar masyarakat tidak hanya mendapatkan dampak lingkungan, tapi juga ekonomi dan lapangan kerja," katanya, kemarin.

Jadi, kata Erma sapaan akrab Siti Mukaromah, masyarakat sekitar tidak harus berpikir untuk pergi jauh mencari pekerjaan. Selanjutnya, bagaimana menciptakan komitmen bersama Pertamina dengan masyarakat untuk terus mendukung pembangunan Pertamina dari segala sisi, untuk Indonesia lebih baik dan lebih maju lagi.

Ketua Umum Perempuan Bangsa (PB) itu menambahkan, Pertamina Unit IV Cilacap sedang bernegosiasi dengan Saudi Aramco untuk pengembangan kilang Cilacap. Ia mendorong agar penyusunan kerja sama dengan Saudi Aramco ini cepat menemukan titik terang, sehingga agenda penting ini segera diselesaikan. Ia mendapati informasi hingga kini belum ada kesepakatan final, dikarenakan belum ada secara grade angka saja itu masih belum ada titik temu.

"hari ini masih penuh dengan negosiasi-negosiasi yang belum selesai. Mungkin sekema pembagian hasilnya 45 persen buat Aramco, 55 persen untuk Pertamina, tapi ada rate angka bagaimana kita berharap di atas 5 miliar dollar AS dan 2,5 persen yang diharapkan dari Aramco. Artinya angka tersebut masih senjang, range-nya masih terlalu jauh. Jadi saya pikir ini memang membutuhkan energi dan keseriusan kita, bukan hanya Pertamina tapi juga pemerintah. Dalam hal ini Kementrian BUMN," tuturnya.

Seperti diketahui, pengembangan Kilang Cilacap merupakan bagian dari 6 proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) dan New Grass Root Refinery (NGRR) untuk meningkatkan kapasitas produksi bahan bakar minyak Pertamina, dari saat ini sekitar 1 juta barel per hari menjadi sekitar 2 juta barel per hari. Keenam proyek tersebut adalah RDMP Cilacap, RDMP Balikpapan, RDMP Balongan, RDMP Dumai, NGRR Tuban dan NGRR Bontang.

TERKAIT

    -