Standard Post

Amandemen Terbatas, Jazil: PKB Pahami Kekhawatiran JK


PKBNews - KEKHAWATIRAN Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) terkait rencana amandemen Undang-undang Dasar (UUD) 1945 bisa dipahami Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Namun, jika dilakukan dengan penuh kajian maka ketakutan tersebut tidak diperlukan.

"Kami memahami kekhawatiran JK. Memang kalau tidak terkendali, amandemen bisa melebar pada pasal-pasal lainnya," kata Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB, Jazilul Fawaid atau Jazil, kemarin.

Jazil memastikan bahwa PKB sedang mengkaji terknis dan subtansi perlunya amanden terbatas terkait Garis Besar Haluan Negara (GBHN).

"Sekiranya diperlukan maka perubahan tersebut harus memang dibatasi, jangan sampai melebar ke pasal-pasal lain," ucapnya.

Sebelumnya, Wapres JK bicara soal risiko yang terjadi terkait wacana amendemen UUD 1945. Salah satu risikonya, kata JK, bisa saja Presiden kembali dipilih MPR sebagai lembaga tertinggi negara.

"Itu rumit lagi, berisiko. Banyak perubahan yang rakyat belum tentu setuju. Contoh, presiden dipilih MPR karena lembaga tertinggi. Maka dia berhak memilik presiden. Kalau gitu lain lagi soal," tuturnya.